Konser Lip Sync di Televisi

inbox

Kebetulan ketemunya gambar Inbox SCTV, sebenarnya banyak acara-acara konser lain seperti Dashyat di RCTI. Acara ini berisi konser para band-band atau penyanyi yang lagunya lagi tenar sekarang. Ada juga urutan tangga lagu versi mereka sendiri-sendiri. Biasanya acara ini ada penonton yang melihat band-band atau penyanyi kesayangannya dengan jarak yang sangat dekat, gerakan penonton kompak, dan bagi yang cewek, pasti terdengar teriak histeris kalau ada personil band yang naik di panggung.

Yang saya heran, sebagian besar band-band atau penyanyi yang tampil di acara seperti ini tampil secara lip sync! mungkin sebagian orang menganggap “alah, ga papa lah, yang penting band terkenal” atau berbagai alasan lain. Tapi saya sendiri merasa tidak nyaman. Apa bedanya denger kaset audio atau mp3 band-band itu dengan berpanas-panasan di halaman Mall yang ada di kota-kota besar, sambil berdesak-desakan dengan orang lain.  Mungkin ada yang beranggapan “Ya jelas beda lah! kan ada artisnya” haha, saya sendiri tidak menilai penyanyi atau band dari segi tampangnya, saya hanya komentar lagunya, bukan tampangnya. Setiap orang punya argumen sendiri-sendiri.

Namun tidak semua yang tampil di acara itu tampil secara lip sync. Anggapan itu hanya untuk band “gurem”, bahkan nama band itu baru sekali kita dengar. Apakah ini pengehematan biaya? saya tidak tahu. Jika dibandingkan dengan negara lain, konser musik secara lip sync dianggap haram, pasti pernah denganr konser artis luar negeri yang sudah tenar namanya, namun dia tampil secara lip sync di Amerika lalu di lempari benda-benda oleh para penonton? ya jelas, karena penonton tahu mereka ditipu! bagaimana di Indonesia, saya yakin orang Indonesia tahu mereka tampil secara lip sync, toh tetap saja nonton. haha.

8 pemikiran pada “Konser Lip Sync di Televisi

  1. hahaaaa… menurut gw itu adalah salah satu hal yg menandakan kemunduran dunia musik indonesia.
    Terus terang gw ska nonton tw acara tp cma pas sesi video klipnya. Kalo versi livenya? Bener2 terkesan alay di mata gw

    Kalo alasannya penghematan, buat apa tw drum di miking segala? bukannya lebih hemat lagi, kalo ga di miking?
    Enak… ga pake check sound.

  2. Jangan cma liat band gurem aja! Band papan atas macam Dewa 19 pernah main lip sync di tw acara. Gw kira mereka pake wireless, taunya cma gaya2 doank.

    Yg ky gtu2 cma ngerusak musik Indonesia doank, cma bsnya sorak2 doang penonton, tp mreka ga pernah sadar…..

  3. iya,gw jg menyadari bahwa rakyat indonesia, yang notabenenya lebih banyak terdiri dari golongan menengah ke bawah, terlalu mudah dibodohi untuk hal-hal seperti ini. apa yg lagi rame, diikutin aja.

    eh eh,band gurem apaan?

  4. band gurem –> band yg baru pertama kali nampang, namanya baru kita denger, lagunya juga (tapi bukan berarti mereka jelek, toh semua band asalnya dari band gurem ini)

  5. itulah kenapa gue merasa najis sama music indonesia,selera gue music luar,karena udah jelas kualitasnya,sekarang music indo memang rame tapi sekaligus ancur………band band sampah banyak bermunculan,yang dicari cuma kuantitas tapi kualitas “cap tai”,lihat aja yang nonton acara seperti dahshay,inbox,playlist atau apalah,mukanya muka muka orang kampung……yang mereka tonton pun musik musik kampung……memang sih ada beberapa musisi kita yang bagus tapi mereka malah gak dapat tempat…
    ancur bgt musik kita……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s