Kita membuat skenario, tapi sutradara yang memutuskan

Manusia sebagai makhluk yang bisa berpikir, mempertimbangkan dan memutuskan apa saja dari semua masalah yang dia hadapi. terkadang manusia saking hebatnya sudah memiliki skenario sendiri bagaimana dirinya di masa depan. “besok saya mau begini”, “lusa saya mau kesana”, “minggu depan saya kemari”, “bulan depan saya mengerjakan ini”, “tahun depan saya harus mendapatkan itu”. dan lain-lainnya.

 

sayangnya tidak semua manusia bisa mencetak skenario atas dirinya sendiri. sebenernya itu rugi banget menurut saya. sebuah kerugian karena tidak menggunakan potensi yang diberikan oleh Allah kepada kita. tapi disisi lain, ada manusia yang suka membuat skenario atas dirinya. setidaknya itu lebih baik. dengan membuat skenario diri kita, Allah tentu akan “mengedit” nya apakah sesuai dengan ketentuan Dia dan apakah itu yang terbaik untuk kita. kadang ketentuan Allah sebagai sutradara dari skenario yang kita buat bisa saja langsung menyetujuinya, untuk kasus yang seperti itu, bersyukurlah ! rencana anda sesuai dengan perkiraan anda. kalaupun skenario tadi di ubah oleh Allah, apakah semuanya diubah? apakah seperti sutradara sinetron2 yang sering kita dengar membuang skenario yang telah susah payah kita buat ke tempat sampah lalu menyuruh kita menggantinya secara total sesuai dengan kemauan kita? tentu saja tidak. Jika mengubahnya, Allah tidak pernah merubahnya secara total, Allah memberi editan yang terbaik untuk skenario kita. Editan itu tentu saja berdasarkan apa yang kita buat sebelumnya. 

 

intinya, jangan sedih jika rencana yang kita buat tidak sesuai dengan keinginan kita. berbaik sangka jauh lebih baik. prasangka buruk kepada Allah karena mengubah skenario kita, tentu akan berdampak buruk ke diri kita sendiri karena telah membuat skenario yang kurang baik dan kita paksakan untuk kita jalani.

 

selalu berpikir positif!!

4 pemikiran pada “Kita membuat skenario, tapi sutradara yang memutuskan

  1. Asih duduk di tepi pantai Suwuk, mata asih menatap gelombang laut. air mata asih menetes, mengenang kisah cintnya bersama ridwan. Asih mengambil sapu tangan, untuk mengusap air mata. Terbayang saat pertama bertemu ridwan di acara perpisahan SMA, sedang bernyanyi lagu ” kapan-kapan” dari album koes plus.

    EXT. Tepi Pantai Suwuk – pagi
    Pemain : Asih, figuran
    Suasana Pantai Suwuk kecamatan Puring sangat ramai, banyak muda-mudi berpasangan duduk berdua, warung bejejer, meskipun tidak terlalu rapat.
    Asih
    (duduk di batu pembatas pantai,menatap tajam ombak)
    Ridwan…..3 tahun telah berlalu, tetapi tidak ada kabar berita.
    tanpa terasa, air mata Asih menetes
    Asih
    ( mengambil sapu tangan di saku baju dan mengusap air mata)
    Mas….sebenarnya kamu pergi kemana sih….?
    Flas back
    Asih mengenang masa lau bersama Ridwan saat perpisahan SMA, suasana yang sangat meriah, Asih mendengarkan lagu Kapan-kapan yang di nyayikan oleh Ridwan.
    Asih beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju tempat parkir kendaraan, sambil mengusap air mata yang terus menetes.

  2. Saya rasa bener gan, awalnya gw menyangka kita dilahirkan dengan skenario yang telah dibuat oleh-Nya (mulai dari lahir sampai mati kita harus mau tak mau menjalaninya) bisa diumpamakan kita hidup bagaikan boneka pinokio. Jika kita merencanakan sesuatu (sambil berusah tentunya) dan hasilnya jauh dari harapan kita itu berarti bertentangan dengan skenario-Nya, sebaliknya jika sesuai itu berarti kebetulan apa yg kita rencanakan sejalan dengan skenario tersebut.Kesimpulannya jika segala sesuatu telah terjadi itu memang sudah takdir kita dari sebelum kita dilahirkan yang nggak bisa diganggu gugat.

    jadi waktu itu gw sempet mikir kaya yg barusan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s