Cisitu Lama

Jalan, merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting. Kondisi jalan sangat mempengaruhi keadaan berbagai aspek sosial yang dilewatinya. Entah itu dari segi aspek ekonomi, perkembangan budaya dan lain-lain. Jalan menjadi suatu urat nadi kehidupan bagi para manusia yang menggunakannya. Membuat jarak seakan-akan menjadi pendek. Dan membuat waktu seolah tidak berarti. Dan tentu, keefisienan lah yang menjadi alasan utama mengapa manusia menggunakan jalan. Namun ditengah perjalanannya, dan seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Jalan yang sudah dirancang oleh para pendahulu menjadi penuh sesak. Kemacetan terjadi di sana-sini. Semua orang tidak peduli, yang penting sampai tujuan lebih cepat, masa bodoh dengan kepentingan orang.

Bagaimana dengan kondisi jalan di dekat kampus ITB? saya ambil satu contoh saja, dan mungkin sangat terkenal bagi anak-anak ITB yang berasal dari daerah luar Bandung. Jalan itu adalah Jalan Cisitu Lama. Jalan ini sudah terkenal sebagai “kompleks kosan anak ITB”. Entah siapa duluan yang memulainya. Dengan letak yang relatif dekat dengan kampus di jalan Tamansari – Ganesha, membuat orang-orang yang berasal dari daerah selalu mencari kos yang nyaman di sepanjang jalan ini. Semakin banyaknya jumlah kos-kosan tentu saja semakin bertambah jumlah penduduk yang menghuni daerah ini. Rumah-rumah yang semula hanya rumah biasa, disulap menjadi tempat makan yang notabene menjadi kebutuhan utama setiap manusia. Minimarket, toko, fotokopian, dan lain-lain mulai menjamur. Dan efeknya seperti saat sekarang ini, Jalan ini menjadi sangat padat di jam-jam tertentu. Pagi, sekitar jam 6-8 jalan ini menjadi sangat padat sampai macet sekali, ini merupakan jam masuk kuliah. Kebanyakan ITB mengadakan kuliahnya di pagi hari. Kedua, jam istirahat siang, namun ini tidak separah pagi. Mungkin karena lebih efisien untuk istirahat di sekitar kampus. Dan terakhir, petang hari. Jam 17.00 adalah jam terakhir kuliah dan hampir semua mahasiswa yang tidak memiliki kegiatan selain kuliah lebih memilih pulang. Tentu saja, kemacetan sering terjadi.

Banyak faktor yang menyebabkan kemacetan terjadi. Jalan yang sempit tanpa trotoar sehingga pejalan kaki turut bersaing dengan mobil dan sepeda motor, banyaknya mobil yang parkir sembarangan, dan seringnya angkot ngetem di pinggir jalan. Tentu saja kemacetan mengalihkan esensi orang menggunakan jalan, yaitu efisiensi. Banyak waktu yang terbuang untuk berada di kemacetan.

Melebarkan jalan tentu bukan solusi yang bijaksana, mengingat keadaan jalan yang sudah sempit dan sudah bersinggungan dengan pagar rumah di pinggirnya, apakah penduduk rela memberi beberapa meter halaman rumahnya untuk pelebaran jalan atau sekedar membuat trotoar? Jadi jalan ini, dapat dikatakan tidak mungkin. Masalah angkot mengetem, huff, inilah bagian tersulit, mereka mengetem karena menunggu penumpang, dan penumpang yang banyak, berarti banyak pendapatan. Dan mobil yang parkir sembarangan, ini yang saya kurang respect sama yang punya mobil itu, apalagi yang memiliki mobil itu adalah orang yang juga nge-kos di daerah itu. Wow, mungkin lain kali pikirkan untuk mencari kosan yang menyediakan parkiran mobil. Atau yang saya bingung, jarak sebegitu dekat, namun tetap menggunakan mobil? Lagi-lagi masalah efisiensi. Karena menyuruh orang untuk tidak menggunakan mobil juga suatu kemustahilan, mengapa tidak dibuat saja peraturan dilarang parkir pada jam-jam tertentu? seperti pada waktu jalan sedang ramainya seperti yang saya jelaskan diatas.

Sebenarnya dalam masalah ini, kesadaran individu berperan sangat penting. Menghormati sesama pengguna jalan.

Tulisan ini saya buat untuk bahan refleksi saja.😀

Satu pemikiran pada “Cisitu Lama

  1. Asal tau aja gw dah pernah kirim SMS keluhan ke Pikiran Rakyat, minta tolong biar mobil2 yg parkir sembarangan di pinggir jalan digembok aja rodanya ato diderek biar yg punya pada tau rasa. Pada ngga nyadar semua, jalan sempit malah nekat parkir di pinggirnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s