Website Mobile ITB

Website ITB khusus untuk bagi pengguna handphone telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Web yang beralamat di http://m.itb.ac.id ini berisi konten yang sama dengan di http://www.itb.ac.id. Website mobile kini menjadi tren sejak boomingnya mobile browser Opera. Memang sejak murahnya tarif GPRS atau adanya jaringan 3G di Indonesia, orang-orang semakin sering menggunakan handphone mereka untuk berselancar di dunia maya. Ditambah spek handphone yang tidak perlu high tech untuk dapat melakukan kegiatan ini. Website mobile lain yang populer saat ini adalah facebook. Bayangkan, facebook-an ditengah pelajaran berlangsung bisa sering dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa masa kini.

Di m.itb.ac.id ini, juga nantinya sebagai media pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur USM Daerah yang baru sudah dilakukan akhir Maret lalu. Wah jadi inget sensasi dag dig dug saya setahun lalu yang melihat pengumuman USM lewat handphone juga di sekolah. haha

Shutter

Ah, lagi-lagi. Hari jumat adalah hari menonton film horror di Studio 13. Setelah minggu kemarin saya menonton Coming Soon, tadi saya menonton Shutter. Film yang juga bergenre horror yang juga berasal dari thailand (saya tidak tahu sutradaranya sama apa nggak) yang setannya sama-sama perempuan, mengapa wanita sering dijadikan objek setan?. Film ini ada yang versi US, Jepang, dll. Tapi dilihat dari tahun rilis, lebih dulu yang Thailand dibanding yang US. Haha, hal yang sama terjadi pada Power Rangers, One Missed Call, dll.

Lanjutkan membaca “Shutter”

Turunnya Tarif Internet = Naiknya Kecepatan Akses?

Pada April 2009, pemerintah menjanjikan adanya penurunan tarif internet. Penurunan tarif itu diperkirakan sebesar 40% dari harga pasaran yang kini ditawarkan oleh seluruh penyelenggara jasa internet (ISP). Penurunan tarif retail ini dipicu oleh turunnya tarif sewa infrastruktur jaringan backbone internasional dan dalam negeri yang telah lebih dulu turun secara signifikan berkisar dari 50% sampai 70% untuk backbone dalam negeri.

Untuk backbone luar negeri atau internasional dipengaruhi oleh semakin banyaknya penyedia kabel laut yang membuat harga sewa jaringan untuk akses ke luar negeri semakin kompetitif. Menurut salah satu vendor jaringan asing, dulu tarif sewa backbone internasional 2 MBps mencapai 20 juta rupiah, namun sekarang turun hingga 9 juta-an. source detikcom

Mudah-mudahan dengan turunnya tarif internet ini, disertai juga peningkatan kualitas jaringan yang ada sekarang. Ya kata kasarnya “ga usah lemot lagi”. Ya minimal seperti gambar diatas lah. 😀