Bangsa Ini Terlalu Mudah Memaafkan

Kenapa saya memilih judul diatas? iya, ini terkait dengan even besar yang akan diselenggarakan di Nusantara kita ini. Yaitu Pemilihan Presiden untuk periode 2009-2014 yang diikuti oleh 3 pasang calon presiden dan wakil presiden. Memaafkan memang baik, tapi ingat juga kalau orang yang kita maafkan itu pernah salah ke kita. Disamping salah dari orang yang bersangkutan sangat mempengaruhi hidup kita atau tidak.

Yang ingin saya tekankan adalah, mari kita pilih calon presiden dan wakil presiden yang mempunyai track record bersih. Ini juga bukan berarti kita harus saklek terhadap orang yang dulu-dulunya pernah berbuat kesalahan besar. Tapi alangkah baiknya jika belajar dari sejarah. Orang-orang tua itu memang tidak akan pernah sadar meskipun ratusan bahkan ribuan mahasiswa sudah demo untuk berusaha melancarkan saluran telinganya. Ya biarlah, biar Tuhan yang memberikan mereka peringatan dengan cara-Nya sendiri. Nah tugas itu ya itu tadi, ayo kita pilih presiden dan wakilnya yang track recordnya bersih. Jangan pilih yang sudah terbukti gagal. Jangan pilih yang sudah jelas-jelas memperburuk keadaan Nusantara ini. Nusantara tidak butuh orang-orang yang seperti itu. Jika kita menganggap ketiga pasangan itu mempunyai track record yang jelek, maka pilihlah yang terbaik. Keteraturan alam tidak pernah menyebabkan semuanya jadi jelek, minimal ada 1 yang bagus.

:D, mengapa saya lebih suka menyebut Nusantara? bukan Indonesia? ya, saya sangat mencintai tanah air yang diapit oleh 2 samudera, Samudera Hindia dan Pasifik, dan 2 benua, Benua Asia dan Australia. Ya itulah, Nusantara. Terlepas negara apa yang ada di Nusantara, entah itu Majapahit, Sriwijaya, atau yang sekarang sedang berdiri, Indonesia, yang penting saya mencintai Nusantara

Iklan

Aku digusur, Ganti rugi dong

Seenggaknya itu kata yang mungkin diucapkan oleh warga yang digusur dari rumahnya mungkin karena tanah tempat dia membangun rumah itu milik negara, tidak ada izin membangun (IMB), atau mungkin tanah sengketa yang tidak jelas juntrungannya. Tapi kali ini, saya hanya membahas kasus pertama, yaitu tanah milik negara. Karena ini sangat mengganggu pikiran saya ketika melihat berita penggusuran di area tertentu karena ada warga yang membangun bangunan di tanah milik negara.

Mungkin alurnya seperti ini. Ada sebidang tanah negara, masih nganggur dan belum dimanfaatkan. Dan posisinya, sedang di daerah yang padat penduduk. Karena tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan fundamental bagi manusia, sebodo amatlah jika disitu kita bangun rumah tempat tinggal. Sepengetahuan saya, tanah kosong milik negara biasanya sudah dipasangi papan yang berisi tulisan “Tanah Milik Negara” atau minimal diberi pembatas. Nah disinilah dimulainya masalah itu. Warga yang dengan enaknya menyerobot tanah itu untuk kepentingan mereka, tanpa izin, lalu memanfaatkan tanah itu sebagai tempat usaha. Pihak pemerintah juga yang melihat kenyataan itu tenang-tenang saja, seakan-akan mereka tidak bersalah.

Tahun demi tahun berlalu, kesalahan yang sudah membudaya itu dibiarkan dengan begitu saja. Lalu apa yang terjadi? ditengah perkembangnya pemerintahan, dan semakin meningkatnya kebutuhan infrastuktur, pemerintah yang sangat bertanggung jawab untuk membangun infrastruktur ini mulai kebingungan karena rencana mereka tidak berjalan mulus karena tanah negara yang sudah dipatok, sudah dihuni oleh masyarakat. Mulai dari rumah gubuk, lalu semi permanen, hingga rumah beton sudah tumbuh bak jamur di musim hujan. Pemerintah mulai kelabakan, bagaimana cara mengusir warga? dan warga pun merasa berhak, karena mengaku sudah bertahun-tahun tinggal disana. Memang, budaya Indonesia yang kadang masih kolot ini, menganggap yang duluan dan paling senior lah yang paling benar, haha, padahal kebanyakan salah :D.

Akibatnya apa? warga merugi karena bangunannya diruntuhkan, dan pemerintah juga merugi karena harus mengeluarkan uang yang sebenarnya tidak perlu mereka keluarkan untuk mengganti kerugian warga. Haha, padahal biaya untuk mengawasi tanah agar tidak dimanfaatkan dan digunakan secara liar jauh lebih murah daripada mengganti rugi warga yang sudah menempati tanah negara itu. Inilah problem yang sekarang dihadapi, budaya kita yang “tundalah kegiatan selama masih bisa di tunda” itu sudah terwarisi. 

Bagaimana seandainya masyarakat perlu mengetahui seluk beluk tanah yang akan mereka tempati? sepertinya mereka perlu sekali-kali berkunjung ke dinas tata kota, atau semacam badan perencana daerah yang memiliki master plan pembangunan ke depannya. Dan kedepannya, kita tidak perlu repot membereskan barang dengan buru-buru karena satpol PP telah menunggu di depan pintu. Dan bagi pemerintah, secepatnya, mengusir 1 bangunan lebih nyaman dan singkat daripada mengusir ratusan bahkan ribuan kepala keluarga dari rumah tinggalnya. Bahkan saya jijik sekali mendengar pengakuan warga yang mengatakan bahwa mereka mendapat izin tinggal disana dengan memberi upeti ke oknum tertentu. Masih saja ada orang seperti itu di dunia ini!

Intinya, tidak rugi jika kita sedikit membuang waktu untuk dapat berpikir ke depan

Blog mbak Rani itu …

Rani Juliani, kini menjadi seorang wanita yang sangat dicari-cari keberadaannya sejak penangkapan Antasari Azhar yang katanya terlibat kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur salah satu BUMN. Dan katanya juga, motifnya wanita, ya mbak Rani itu. Mbak Rani mempunyai blog di blogger.com yang beralamat di http://rani-juliani.blogspot.com. Blognya pun, wuih, walaupun postingnya hanya 2 satu tentang dirinya, satu lagi tentang tempat kuliahnya, tapi comment terakhir saya lihat, sudah mencapai 800 comment di masing-masing postnya. Dan isinya pun, macam-macam. Ada yang memaki, ada yang bersimpati, ada yang nggak nyambung (misal, pasang iklan, pasang link), ada juga yang ngaku-ngaku jadi Antasari, Nasrudin, bahkan ada juga yang ngaku keluarga Rani (entah ini beneran atau nggak, sepertinya hanya mengaku-ngaku saja).

Menurut saya sendiri, jika dilihat dari jumlah uang 2 milyar rupiah untuk menembak korban, menurut saya tidak masuk akal jika kasus itu hanya motif wanita, yaitu mbak Rani tadi. Memang sih, dari berita yang saya dengan, mbak Rani ini salah satu caddy girl yang bayarannya mahal, 3-5 juta. Wow, emang sih, olahraga golf udah di juruskan buat olahraga orang berduit. Tapi jumlah 2 milyar menurut saya terlalu mahal :D. Apakah ada motif lain?

Semoga kasus ini cepat selesai, dan terungkap kebenarannya. 😀

Ganti Theme

Bosan melihat tampilan blog yang itu-itu aja. Jadi saya hunting theme baru di wordpress.org. Hati saya tertarik dengan theme ini. Yang saya suka dari theme ini adalah kemampuan menyembunyikan right sidebar. Cocok bagi orang2 yang tidak suka melihat gambar-gambar widgets. Jadi bisa disembunyikan.

Selain itu, update yang dilakukan lebih mudah, seperti menulis wall (pengguna maupun mantan pengguna seperti saya pasti tahu hal ini 😀 ). Tapi post lewat situ, tidak dapat menambah judul dari post, editor seperti bold, underline dan lain-lain. Saya juga belum mencoba apakah post lewat situ support bahasa HTML secara langsung.

Terakhir, theme ini cukup inovatif. Apalagi buat saya yang lebih memilih blog daripada facebook 😀

Soundtrack 1 Litre of Tears

Ini soundtrack serial 1 Litre of Tears. Mungkin terlihat basi namun lagunya enak didengar, pengen tau apaan artinya ni 😀

Remioromen
Konayuki lyrics

Konayuki mau kisetsu wa itsumo sure chigai
Hitogomi ni magirete mo onaji sora miteru no ni
Kaze ni fukarete nita you ni kogoeru no ni

Boku wa kimi no subete nado shitte wa inai darou
Soredemo ichi oku nin kara kimi wo mitsuketa yo
Konkyo wa naikedo honki de omotterunda

Sasaina ii aimo nakute
Onaji jikan wo ikite nado ike nai
Sunao ni nare nai nara
Yorokobi mo kanashimi mo munashii dake

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku wo wake au koto ga dekita no kai

Boku wa kimi no kokoro ni mimi wo oshi atete
Sono koe no suru hou he sutto fukaku made
Orite yukitai soko de mou ichi do aou

Wakari aitai nante
Uwabe wo nadete itano wa boku no hou
Kimi no kajikanda te mo nigirishimeru
Koto dakede tsunagatteta no ni

Konayuki nee eien wo mae ni amari ni moroku
Zara tsuku ASUFARUTO no ue shimi ni natte yuku yo

Konayuki nee toki ni tayori naku kokoro wa yureru
Soredemo boku wa kimi no koto mamori tsuduketai

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku wo tsutsunde sora ni kaesu kara