Kasusnya Prita

Prita Mulyasari (32), seorang yang pernah berobat di RS Omni Internasional Tangerang, ditahan hanya karena menulis keluhan tentang pelayanan rumah sakit itu di milis internet. Logikanya, jika ditahan, harus ada pasal yg dilanggar, ternyata pasal2 itu adalah Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan pasal 310 KUHP dengan ancaman hukuman 1,4 tahun, pasal 311 dengan ancaman 4 tahun penjara dan UU ITE pasal 27 ayat 3 dengan ancaman 6 tahun penjara. Wew, sepertinya negara ini mulai tidak ramah dengan orang-orang yang berpendapat. Mudah-mudahan bu Prita menulis di milis dengan niat baik, agar orang-orang lain tidak mengalami hal yang sama. Namun apa yang dia dapat? ditahan sejak 13 Mei.

Kronologis cerita mengapa Prita ditahan :
http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/092047/1141807/10/penahanan-prita-kesalahan-mutlak-kejaksaan-dan-pembuat-uu
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/03/1629136/polri.kami.tidak.pernah.menahan.prita.
http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/092047/1141807/10/penahanan-prita-kesalahan-mutlak-kejaksaan-dan-pembuat-uu
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/06/03/112214/kasus-prita-tragedi-kebebasan-beropini/

orang bisa bilang, rumah sakit itu tidak adil, main seenaknya untuk menggugat orang yg mengkritik pelayanan mereka. Coba kita dengan dari pihak rumah sakitnya sendiri, ada di link ini
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/03/18114960/rs.omni.prita.tidak.beritikad.baik

Yang menarik adalah link yg bertajuk “Penahan Prita Kesalahan Mutlak Kejaksaan dan Pembuat UU”, memang dalam berbagai survei, Parlemen dan Birokrasi hukum merupakan salah satu lembaga yang paling korup, source : http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/172523/1142225/10/survei-tii-parlemen-dan-peradilan-lembaga-terkorup
hehe, ini sangat lucu sekali menurut saya. Kedua lembaga itu memegang peranan yang sangat vital dalam penegakan hukum. Sudah berapa jaksa yang ditahan karena kasus korupsi? sudah berapa anggota dewan yang ditahan dengan kasus seperti itu? Ini menunjukkan mental dari bangsa ini yang sudah dalam kondisi rendah. Tapi ada lagi jika kita iseng bertanya ke diri sendiri, mengapa bisa terjadi hal seperti itu? siapakah yang salah? mereka yang korup, atau KITA yang memilih mereka dalam Pemilu? hayo loh, jangan sampai kita kebagian dosa karena memilih orang untuk memberikan kesempatan dia melakukan dosa.

Kini, berita terakhir yang saya baca, Prita sudah dibebaskan dan dapat bertemu kembali dengan kedua anaknya. Apakah harus begini cara kita mengungkap kebenaran? dengan bombardir berita di internet, 2 calon presiden yang membantu Prita seolah-seolah memanfaatkan dan tidak mau ketinggalan momen ini? mudah-mudahan tidak menjelang kampanye saja😀. Tapi ini menjadi pelajaran kita, dari peristiwa ini banyak yang kita dapat. Kebebasan berpendapat memang hak asasi, tapi jangan sampai kita mengorbankan hak asasi orang lain. Banyak taktik atau cara untuk mengungkapkan ekspresi dengan baik. Dan bagi para blogger, jangan pernah berhenti menulis kebenaran! jangan takut dengan UU ITE yang tidak jelas juntrungan dan maksudnya itu (mungkin bagi anggota dewan maksudnya jelas, mereka dapat tunjangan bonus untuk membahas suatu RUU :-P). Begitu juga bagi pihak rumah sakit, tidak rugi jika rumah sakit memberikan pelayanan yang bagus, toh mereka akan dicap sebagai rumah sakit yang baik, dan dimata masyarakat rumah sakit itu akan baik, tentu saja uang jg lari kesitu (saya tidak bermaksud mendoakan orang untuk sakit :D).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s