Cerita dari Gedung Merdeka, Refleksi Bagi Kita Semua

Apakah setiap orang merasakan kesejahteraan di negara ini? Mungkin bagi beberapa orang iya, atau mungkin juga kebanyakan menjawab tidak. Kesejahteraan pada diri manusia merupakan sesuatu hal yang menjadi konsekuensi hidup bagi setiap manusia. Mengapa saya menamakan kesejahteraan itu sebagai konsekuensi hidup? Hidup itu deretan dari banyak masalah, hidup itu deretan dari berbagai cobaan. Rasakan makna hidup jika anda telah mendapat masalah. Konsekuensi hidup membawa kita menjadi manusia yang lebih tangguh. Kita harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang kita ambil. Sebagai manusia merdeka, kita bebas memutuskan apapun yang nantinya mempunyai konsukensi ke diri kita sendiri.

Indonesia berhak bangga karena telah menjadi salah satu negara pencetus gerakan non-blok. Ali Sastroamidjojo menjadi wakil Indonesia pada pertemuan sebelum Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 yang diadakan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung. Negara – negara di benua Asia dan Afrika telah menjadi korban kebiadaban imperialisme negara barat. Kultur kedua benua ini berbeda dengan kultur barat yang dulunya cenderung bar-bar. Warga Asia-Afrika telah diajarkan menjadi orang yang santun, ramah, cinta damai, oleh orang tuanya sejak kecil. Pergerakan bangsa Asia-Afrika ini diharapkan menjadi ujung tombak penyadaran kaum barat atas apa yang mereka perbuat dulu. Kita sudah bosan berperang, berperang bukan lagi cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Berperang itu merupakan cara yang paling keji dari berbagai opsi cara yang lain.

Kini, Gedung Merdeka telah menjadi saksi bisu kebangkitan bangsa Asia-Afrika dalam menumpas penjajahan di muka bumi ini. Gedung Merdeka telah menjadi sebuah museum modern yang berisikan dokumentasi-dokumentasi kegiatan Konferensi Asia-Afrika. Jika kawan datang ke Gedung Merdeka, kita akan melihat bahwa dulu, propaganda yang berisikan kaum barat itu lebih atau diatas bangsa Asia kini salah. Kita semua sama, bahkan kita pun, bangsa Asia, bisa menjadi bangsa yang superior di dunia ini. Asia kini telah mulai terbangun dari tidurnya. China, telah menggentarkan Amerika dan Eropa karena kegiatan ekonominya yang telah menggurita di seluruh dunia. India pun mulai mencengkramkan tajinya di dunia ketika India telah meluncurkan kapal selam nuklir pertamanya. Bagaimana dengan Indonesia? Kapan negara ini terbangun dari tidurnya? Saya rindu dengan cerita orang tua saya bahwa dulu negara ini dihormati dan disegani oleh dunia. Di buku sejarah pun telah mencatat bahwa negara ini menjadi negara pertama yang berani menyatakan diri keluar dari PBB sebagai bentuk penolakannya kepada imperialisme. Kapankah negara ini bangkit? Tentu jawabannya tergantung kita, khususnya kaum generasi muda. Perjuangan generasi muda saat ini, merupakan cerminan dari Indonesia di masa depan. Saatnya kita bergerak kawan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s