Sang Pemimpi : Ketika bermimpi masih gratis

Sang pemimpi, sekuel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata sudah ada di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Dari keempat buku tetralogi tersebut, saya memang lebih menyukai buku kedua ini dan memang sangat menunggu bagaimana jika buku ini di filmkan. Dan sesuai ekspektasi saya, film ini bakal menginspirasi saya untuk kembali ke dunia nyata setelah selama satu semester saya berjalan tanpa arah. Jika buku membuat saya bermimpi agar dapat berkuliah di tempat terbaik, kini, film dari buku Sang Pemimpi saya harap akan membawa suasana kuliah saya yang lebih kondusif dan sempat tanpa tujuan selama 6 bulan belakangan.

Memang rada bernada curhat. Manusia membutuhkan mimpi agar ada yang membuatnya berbuat sesuatu dan membuat hidupnya lebih bergairah. Saya pernah merasakan keduanya. Hidup tanpa atau dengan mimpi, sungguh suasana yang sangat berbeda. Saya adalah tipe kayu bakar. Akan redup dan habis menjadi abu jika tidak dikipas maupun diberi minyak tanah. Bersyukurlah saat ini sepertinya saya mendapatkan salah satu keduanya, entah itu kipas maupun minyak tanah yang mampu mengobarkan semangat untuk dapat bertahan di salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia ini.

Bermimpi memang murah, bahkan gratis. Bermimpi adalah satu-satunya hiburan all-in-one yang pernah ada. Walaupun di dunia telah ada Taman Impian, atau apapun lah itu, tentu saja hanya memberikan kesan sesaat, dimulai dari pintu masuk dan berakhir di pintu keluar lalu sirna ketika sampai dirumah. Mimpi jugalah yang membuat seorang manusia tidak dapat secara langsung dikategorikan sebagai binatang walaupun teori biologi yang menyebutkan demikian. 

Film beginilah yang saya tunggu, film yang membawa efek baik bagi para penontonnya. Siapkah untuk bermimpi?

Satu pemikiran pada “Sang Pemimpi : Ketika bermimpi masih gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s