Kado Tahun Baru, Berupa Mobil Baru, Untuk Menteri Baru

Heboh kasus Prita yang siang ini menunggu pembacaan vonis dari hakim, kasus Century yang makin menjlimet seakan-akan para anggota pansus perlu obat kuat agar cepat selesai, sampai ke kasus buku Geoge Junus Aditjondro yang habis di toko buku yang konon sengaja diborong agar tidak ada yang membaca. Negeri ini memang penuh dengan masalah dan itu yang membuat saya merasa bangga karena saya harap dari banyaknya masalah ini, membuat rakyat mendapatkan pengetahuan tentang pemerintahnya dan membuat kontrolnya semakin ketat.

Terlepas dari kasus diatas, kini ada lagi berita yang membuat rakyat bingung dan kesal. Menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II kini menunggangi mobil dinas terbarunya yaitu Toyota New Crown Royal Saloon yang harga per buahnya mencapai 1.3 Milyar Rupiah. Wow!. Dan dari media-media mengatakan bahwa jumlah mobil itu 150 buah. Pajaknya pun 62,805 milyar (Kompas.com).

Harga yang lumayan fantastis ditengah masih banyaknya rakyat kecil yang keadaan ekonominya kekurangan. Itulah faktor utama mengapa pengadaan mobil dinas ini banyak dikecam masyarakat. Para menteri yang menerima juga banyak yang kena semprot dan dituding tidak mempunyai rasa empati. Ditengah tudingan, ada pejabat yang menganggap pengadaan mobil dinas akan menambah semangat mereka dalam bekerja dan diterima saja, toh itu mobil pinjaman yang nantinya jika habis masa jabatan akan dikembalikan.

Menurut saya, hal ini bertentangan dengan posting saya sebelumnya yang berjudul 4 Hari Merenung di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta. Hiduplah dengan sewajarnya dengan apa yang kita punya. Dan ini sudah menjauhi batas wajar seakan-akan menunjukkan negeri ini adalah negeri yang kaya.

Toyota Royal Crown Saloon ini mempunyai kapasistas mesin 3.000 cc. Setahu saya mesin segitu adalah mesin yang haus dengan bahan bakar alias boros. Sungguh kurang bijaksana jika digunakaan disaat krisis energi ini. Apalagi ditengah macetnya lalu lintas di kota Jakarta . Meskipun para menteri ini akan mendapat kawalan dari protokoler, namun apakah bisa tetap berjalan dengan lancar jika jalanan sesak dipenuhi dengan mobil-mobil yang antre?

Saya sangat mengapresiasi pendapat para pembaca berita web Kompas yaitu bagaimana jika menteri-menteri dan pejabat kita ini menggunakan Toyota Prius? Tanpa ada maksud promosi dan search dari paman Google, Toyota Prius seharga 600 juta-an (hampir setengah lebih murah) ini merupakan mobil hybrid yang mesinnya dipadukan antara motor listrik dengan bensin sehingga mobil ini lebih irit bensin. Sangat bijaksana digunakan disaat krisis energi. Dan siapa tau rakyat akan ramai-ramai menghemat bahan bakar karena pejabat telah mencontohkan.

Boro-boro teriak-teriak slogan “Ayo Hemat Energi” wong pejabatnya aja ogah.

2 pemikiran pada “Kado Tahun Baru, Berupa Mobil Baru, Untuk Menteri Baru

  1. ada juga sih kemungkinan pengalihan isu, biar masyrakat lupa sejenak (atau selamanya) dengan kasus century, anggodo, dan lain-lainnya. tanyakan saja kepada pemilik media😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s