Kutukan atau Pemberian

tampilan alam yang berubah tiap detiknya
membuat mata ini diberi intipan surga
gunung yang megah dikejauhan
ditutupi oleh surammnya mega membawa hujan

rumah yang jarang dan berjauhan
tembok bambu yang disulam dengan tangan dingin
jarak bukan berarti meningkatnya ego
walaupun rumah dekat dengan kabel internetnya
yang katanya membuat jarak semakin dekat
ego dan ketidakpedulian merajalela

ular besi mulai melambat
bunyi deritan besi mulai beradu
tanah mulai bercabang, memilih arah
ketukan liar mulai membahana
meminta sekeping logam dari si "kaya"

boleh jadi tampang melas bagai jimat
beberapa tak mau, semakin keras, semakin diam
aku kasih kau semakin girang, semakin ingin
tak mau aku melihatnya,
lebih berbahaya daripada senjata pemusnah massal

Tuhan memang murah hati
batu jadi tanaman, kayu dapat dimakan
apakah itu kutukan atau pemberian?

 

Kursi ular besi, Cipendeuy,

21 Januari 2010

Iklan

One Day At School

Jika aku teringat masa ketika aku masih di sekolah dasar, maka aku akan ingat suatu masa yang penuh dengan senyuman, langkah riang gembira, dan taman bermain yang indah di sekolahku. Beruntung aku mendapatkan itu semua. Namun, belasan tahun kemudian aku sudah menjadi seorang mahasiswa, terpapar seluruhnya oleh kedua mataku ternyata tidak semua kenangan indah masa sekolah dasar itu dialami oleh semua anak di negeri ini. Mungkin tidak ada kata bermain setelah jam sekolah selesai. Atau tidak kegiatan menonton televisi jika tidak ada pekerjaan rumah.


Bertempat di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Bandung. Himpunan Mahasiswa Matematika Institut Teknologi Bandung mengadakan kegiatan One Day at School di SD Negeri 3 Pagerwangi. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk bakti sosial anggota baru HIMATIKA Institut Teknologi Bandung angkatan 2008. Kami semua diajak untuk lebih peduli dengan pendidikan di daerah ini. Desa Mekarwangi memang tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandung. Namun apa yang terjadi? Fasilitas di sini masih minim. Sungguh kenyataan yang memilukan jika di sekitar perguruan tinggi negeri yang katanya ternama itu masih ada sekolah dengan keadaan seperti ini. Tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa yaitu pengabdian masyarakat. Kata-kata pengabdian masyarakat diharapkan tidak semata-mata ada di Tridharma Perguruan Tinggi, namun dapat dilaksanakan dalam bentuk nyata. Berbeda sekali ketika saya masih menjadi siswa SMA di mana kewajiban untuk melakukan pengabdian masyarakat belum ada. Kami memang tidak bisa membantu secara finansial, kami hanya mempunyai tenaga dan pikiran yang dapat kami maksimalkan penggunaannya demi perubahan menuju arah yang lebih baik.

one-day-at-school
one-day-at-school

Hari Minggu yang dingin, dengan udara yang masih basah oleh embun pagi kami bersiap-siap menyiapkan tempat bermain untuk siswa SDN 3 Pagerwangi ini. Ruangan kelas yang berisi bangku-bangku itu kami sulap menjadi berbagai pos bermain. Hari Minggu mungkin memang hari yang tepat untuk bermalas-malasan di rumah. Namun saya sedikit terkejut, beberapa anak ada yang datang lebih awal. Tampak raut muka yang semangat di tiap simpul senyum manis mereka. Ada yang datang sendiri, ada yang bersama orang tuanya. Semangat ini tampak lebih nyata lagi di acara pertama yaitu senam pagi. Senior saya telah membuat senam pagi gembira dengan gerakan-gerakan yang membuat semua badan bergerak. Tidak hanya para siswa saja yang melakukan senam pagi, tapi kami semua.

Semua kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 didampingi beberapa orang kakak pembimbing yang nantinya disingkat Kambing agar kedengarannya menarik untuk anak-anak. Kambing ini bertugas menjaga, mengatur, dan membimbing adik-adiknya sewaktu acara dari pos ke pos dimulai. Saya yang juga menjadi Kambing mendapat kelompok dari kelas 3. Pos pertama yang saya hadapi yaitu pos berhitung. Di pos ini, tidak hanya anak-anak saja yang bermain, namun para Kambing juga turut serta membantu adik-adiknya agar dapat melalui pos ini dengan baik. Peraturan di pos berhitung cukup sederhana, kami diberi soal aritmatika dan para siswa harus menjawabnya, tetapi jawaban itu ada di seberang ruangan, dan untuk mengambil jawaban, Kambing harus menggendong salah satu anak ke seberang ruangan untuk mengambil jawaban. Memang saya merasakan sedikit lelah karena harus menggendong beberapa anak bolak-balik ruangan. Lelah itu sirna ketika melihat senyum simpul para siswa yang bersorak riang karena hasil menghitungnya benar.

Dari berbagai pos lainnya, yang menarik minat saya adalah pos kreativitas. Di pos ini kami membuat mading. Kambing juga turut serta mengajak adik-adiknya untuk membuat satu mading yang kontennya mereka pilih terlebih dahulu. Alangkah senangnya ada salah satu anak yang berusaha menempel gambar yang dibuatnya ke mading yang terbuat dari styrofoam itu. Selain gambar, kami juga membuat berbagai hiasan seperti bintang-bintang, bunga, dan aksesoris lainnya untuk memperindah mading yang kami buat bersama. Salah satu anak menggambar mobil dan saya memuji anak tersebut karena gambarnya yang bagus.

Tujuan utama dari diadakannya kegiatan One Day at School ini adalah meningkatkan semangat belajar para siswa di SDN 3 Pagerwangi. Semangat itu diharapkan muncul dari berbagai games yang disajikan. Games-games tersebut berisi materi yang biasa diajarkan oleh guru namun kami berusaha mengemasnya dengan bentuk yang berbeda agar timbul motivasi lebih untuk menuntut ilmu. Memang acara ini hanya berlangsung satu hari saja, namun kami berharap acara satu hari ini dapat membuat perubahan nyata bagi dunia pendidikan di sana. Inovasi bentuk pendidikan sangat diperlukan saat ini karena pengajaran di sekolah yang cenderung monoton dan mematikan kreativitas siswa. Selain mengadakan One Day At School, seluruh anggota baru HIMATIKA wajib menyumbangkan buku-buku ke perpustakaan SDN 3 Pagerwangi sebagai salah satu bentuk upaya peningkatan minat baca para siswa.

Selain kegiatan games, kami juga mengadakan kuesioner untuk para siswa. Karena siswa sekolah dasar masih belum bisa mengisi kuesionernya sendiri, kami harus sedikit memodifikasi kuesioner menjadi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan itu berisikan tentang bagaimana cara belajar siswa, keadaan keluarga, profesi orang tua, dan pendapat mereka tentang kegiatan One Day At School ini. Dilihat dari kondisi mereka, ada berbagai kendala yang harus dihadapi oleh siswa SDN 3 Pagerwangi ini. Orang tua mereka rata-rata bekerja sebagai buruh tani yang tentu saja upahnya tidak seberapa. Sepulang sekolah, mereka harus membantu orang tua mereka di ladang. Selain faktor ekonomi, keadaan geografis yang berbukit-bukit juga menjadi kendala transportasi mereka menuju sekolah. Rata-rata mereka berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Dengan begitu, bisa dilihat bahwa masih ada rasa optimisme dari mereka untuk menuntut ilmu. Semoga kegiatan yang kami adakan di hari Minggu itu semakin menambah lagi semangat dan motivasi mereka untuk selalu giat menuntut ilmu. Saya merasa bahagia melihat semangat mereka di hari itu. Kegiatan yang hanya sehari ini, saya harap dapat memberikan efek selamanya bagi mereka.

Kegiatan hari itu, ditutup dengan pembagian es krim dengan gratis. Terdengar sorak-sorai bergembira karena mendapatkan es krim gratis. Dengan sigap mereka langsung mengantri. Kami para Kambing juga ikut menyiapkan es krim yang berasal dari tukang es krim yang sering berjualan di depan halaman sekolah. Setelah mendapatkan es krim, mereka pulang satu per satu. Memang badan ini terasa lelah. Menggendong, ikut dengan mereka untuk bermain, tertawa riang, dan lain sebagainya telah kami lakukan selama setengah hari ini. Hanya senyum dan semangat mereka yang dapat membayar kelelahan kami. Kami berencana akan memasukkan kegiatan ini ke dalam program kerja kami. Konsepnya adalah mengadakan pendidikan non-formal di lingkungan sekolah dasar pada hari Minggu dari sekolah ke sekolah lainnya.

Saya yakin, masih banyak cara untuk membuat pendidikan di negeri ini menjadi lebih baik karena jiwa muda adalah jiwa yang penuh dengan kreativitas. Tidak perlu kita menyalahkan pemerintah atas semua ini. Kesalahan memang kelemahan manusia namun belajar dari kesalahan adalah kelebihan dari manusa. Kita hanya memerlukan pergerakan nyata yang langsung berdampak pada peserta didik. Tidak perlu lagi memikirkan apakah kegiatan yang kita lakukan itu memberikan perubahan secara menyeluruh. Perubahan, itulah hal yang penting dari semua esensi kegiatan yang kita lakukan. Sekecil apapun perubahan yang ada, tidak menutup kemungkinan menjadi bahan inspirasi perubahan-perubahan yang akan muncul nantinya.

Embun pagi telah pergi dari dedaunan, mengering seiring tingginya mentari yang mulai terik. Peluh dan lelah mulai menyeruak namun hanya senyuman dan semangat belajar dari anak-anak itu yang membuat kami melupakan itu semua. Semoga adikku ini menjadi orang yang berguna di masa depan, membuat para pemimpin di negeri ini tersadarkan oleh kenyataan bahwa tidak semua anak dapat merasakan pendidikan yang layak. Engkau akan jadi pahlawanku disaat aku hanya mampu duduk di kursi goyang sambil membaca berita tentang kesuksesanmu memimpin negeri ini. Aku akan menunggu saat-saat itu kawan!

Kuliner Malam di Bandung

Sesekali lah saya share pengalaman saya disini. 😀

 

Bandung, memang selain terkenal dengan kota mode karena banyaknya factory outlet, disini juga dikenal sebagai wadahnya makanan yang unik dan enak. Malam ini saya merasa bosan di kosan, malam yang dingin karena hampir setiap hari hujan. Akhirnya kita mau mencari makanan yang membuat badan kita sedikit hangat. Pikiran pertama adalah kopi. Katanya ada semacam orang atau toko yang jual kopi di sekitaran Otista. Tapi tak berhasil kita menemukannya.

Akhirnya kita mencari penjual bajigur, saya sendiri pun masih penasaran bajigur itu seperti apa bentuknya karena hanya pernah mencoba bandrek sewaktu mengikuti LDKS waktu SMA di daerah Cibodas, Cianjur. Ternyata bajigur hampir mirik kolak (menurut saya). Lokasinya ada di daerah warung-warung tenda di belakang gedung Sate. Harga sih lumayan murah lah, saya membeli pisang keju, bajigur, gorengan habis 13 ribu rupiah.

Sesi kedua, saya pergi ke bubur ayam kilometer nol di jalan Asia Afrika. Konon bubur ini sudah ada disana sejak 1982 dan sekarang yang menjualnya adalah generasi kedua dari pendahulunya. Memang, sepertinya cukup aneh untuk makan bubur ayam yang sudah terkenal sebagai makanan untuk sarapan pagi. Tapi disitulah sensasinya, anda bisa memakan bubur ayam sembari melihat jalanan Asia Afrika yang sesekali ada mobil (bubur ini buka tengah malam), melihat hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka yang berarsiktektur klasik, dibelakang penjual bubur Ayam, ada semacam monumen dari traktor jaman dulu. Mengenai harga, saya cukup kaget, estimasi saya sekitar 7 ribu rupiah, dan ternyata 7 ribu itu harga di tahun 2006 setelah saya googling sebelumnya, kini harganya 13 ribu seporsi, lumayan mahal untuk sebuah bubur ayam.

Bandung yang dingin di malam harinya, membuat perut saya sedikit lapar setiap tengah malam 😀

SMS Gelap Kalau Gus Dur Dibunuh? Isu Dari Orang Brengsek

Saya saking sangat kesalnya hingga sampai-sampai mengeluarkan kata-kata itu di judul dari posting ini.

Jakarta – Beredarnya SMS gelap yang menyatakan jika Mantan Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat karena dibunuh, dibantah keluarga. Keluarga menyayangkan dan resah dengan beredarnya SMS tersebut.
"Itu sangat menyakitkan bagi kami semua," ujar putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid kepada wartawan usai menggelar acara tahlilan tujuh hari ayahandanya di rumah duka Jl Warungsila, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2009) dini hari.
Menurut Inayah hal tersebut sama saja dengan melecehkan Tim Dokter keluarga yang selama ini telah merawat Gus Dur dengan memberikan pelayanan yang sangat optimal. "Kapan saja, 24 jam mereka bersedia dihubungi terkait dengan kesehatan bapak selama ini," pungkas Inayah dengan tersedu.
Sebelumnya beredar SMS yang berbunyi: "Gus Dur DIBUNUH! 30/12 Pk 18.50 WIB Selang oksigen gus dur dicabut paksa! Pembunuhan terkait pertemuan Gus Dur tanggal 4 Desember di Jalan Denpasar c3 membahas century dan adelin lies. TUNTUT POLISI USUT!(SEBARKAN).
(her/ape)

Huh sampai kesal sendiri saya baca berita di detikcom.

Orang yang menyebarkan SMS itu bener-bener orang paling pengecut se Indonesia. Beraninya cuman SMS tanpa bukti kongkrit. Cuma orang yang mau cari keributan. Dikiranya orang-orang yang berduka cita terhadap Gus Dur itu akan tersulut emosinya dengan kasus Century itu.

Saya semakin yakin bahwa kasus Century ini permainan politik, bukan hanya sekedar gejala ekonomi saja. Mudah-mudahan akan cepat terungkap walaupun saya kurang sreg adanya pansus-pansus-an di DPR karena saya sudah dari dulu tidak percaya dengan para anggota dewan yang duduk disana. Oleh karena itu saya tidak ikutan milih, daripada saya memilih orang brengsek untuk duduk disana, toh tidak memilih kan bagian dari demokrasi :D.

Kisah Sebuah Jaket

Lebih dari setahun yang lalu
aku sangat bangga memakaimu pertama kali
rasanya seperti akulah orang terpintar
terlebih lagi pejabat didepan sana
selalu menyanjung kita semua

Masa orientasi tiba
aku tetap bangga memakai seragam SMA
karena kau selalu menjadi pelengkap
setiap hari, 3000 orang memakaimu

Masa orientasi tahun berikutnya
aku tetap memakaimu
kini tanggung jawab 3000 orang dipundakku
riang sekali hati ini
melihat muka polos siswa SMA, menjadi mahasiswa
akulah orang pertama yang mereka tahu di kampus

Kini aku tersadar
sejak itu, aku tak pernah memperhatikanmu lagi
kau tergantung terkulai dibelakang pintu
seakan-akan menanti aku untuk mengenakanmu lagi
tapi aku sedang tak bisa
mengenakanmu, dapat berarti membuatku jarang pulang

Daripada kau terus terkulai
apalagi setelah melihat bercak-bercak putih
dan aroma yang sudah tidak seindah dulu lagi
aku memutuskan, membawamu ke ibu-ibu laundry
semoga semester depan, aku dapat memakaimu lagi

Untukmu
jaket almamaterku, dengan gambar gajah duduk bersila
lapar menunggu aku berkontribusi lagi
dan aku tahu, kau rindu dengan Salammu

Kapsul Pintar, Yang Beli Bodoh

SURABAYA, KOMPAS.com – Solusi cepat bagi para pelajar yang mengalami hambatan berprestasi atau meraih jenjang pendidikan lanjutan ternyata cukup banyak diminati belakangan ini. Namun, solusi itu bukan berupa kursus yang sudah biasa ditawarkan oleh LBB (Lembaga Bimbingan Belajar), tetapi berupa kapsul.

Ya, namanya Kapsul Kecerdasan. Kapsul tersebut diproduksi oleh sebuah lembaga bernama Bioenergi Center yang berpusat di DI Yogyakarta. Meski harganya sangat mahal untuk sebuah kapsul, namun kapsul ini ternyata diminati.

"Yang paling banyak diminati adalah Kapsul Kecerdasan untuk persiapan masuk SMP/SMU favorit, yang harganya Rp 9 juta per biji. Ini dimungkinkan karena memang kapsul ini mampu meningkatkan daya ingat dan daya tangkap sehingga siswa bisa lancar saat ujian," ujar Kamsi, staf bagian customer service Bioenergi, pekan lalu.

Harga termurah Kapsul Kecerdasan adalah Rp 1.250.000 per butir. Harga termahal, yang disebut dengan Kapsul Super, mencapai Rp 30 juta per butir.

Namun begitu, Kamsi enggan mengungkapkan cara kerja kapsul tersebut hingga bisa meningkatkan kecerdasan bagi yang mengkonsumsinya. Namun dijelaskan, bahwa kapsul tersebut ditemukan berdasarkan penelitian dan pengembangan oleh si penemu, yaitu Dr Syaiful M. Maghsri DN Med MPH, yang juga pendiri Bioenergi Center.

“Saya tidak bisa menjelaskan apa formulanya, kalau berkenan bisa langsung ke mari untuk saya pertemukan dengan bapak Dr Syaiful,” ujar Kamsi.

Kapsul super

Dicontohkan oleh Kamsi, seorang lulusan SMA yang hendak masuk perguruan tinggi negeri bisa memilih dua kapsul yang cocok. Bila ingin memilih jurusan standar, pembeli "cukup" merogoh kocek sebesar Rp 15 juta untuk mendapatkan sebutir kapsul Super 1. Sedangkan untuk jurusan favorit dan sarat dengan pengetahuan ilmiah dan bahasa asing,– seperti jurusan kedokteran, si pembeli perlu mengeluarkan Rp 30 juta untuk mendapatkan kapsul Super 2.

Berdasarkan catatan Kamsi, konsumen Kapsul Kecerdasan itu tak hanya dari Yogyakarta dan sekitarnya. Kapsul seharga jutaan rupiah ini juga dipesan oleh konsumen dari sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong, Belanda, dan Inggris.

"Kapsul ini beda dengan produk herbal. Produk herbal kami juga punya dan harganya lebih murah, yaitu hanya Rp 175.000, berbentuk kapsul dalam botol isi 120 buah untuk konsumsi selama sebulan," paparnya.

Kapsul Kecerdasan, lanjut Kamsi, lebih dijamin khasiatnya dan lebih cepat proses kerjanya daripada produk herbal. Hanya saja, pemberian kapsul yang mengandung bioenergi ini tidak bisa sembarangan tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Kapsul Kecerdasan yang diberikan untuk anak TK misalnya, berbeda dengan untuk anak SD kelas 3, SD kelas 4, SMP, atau SMA yang mau masuk perguruan tinggi. Bahkan, meski sama-sama untuk konsumsi anak kelas 3 SD pun, belum tentu sama formulanya. Masih harus dilihat hambatan apa yang dialami si anak," jelasnya.

Jadi, sebelum memesan, kata Kamsi, pemesan harus menuliskan nama anak yang akan mengonsumsi, nama orangtua, agama, dan tanggal lahirnya. Kemudian yang bersangkutan menjelaskan permasalahan atau kesulitan yang dihadapi.

"Misalnya, anak itu susah makan, daya ingatnya lemah, dalam pergaulan minder dan kurang berani, maka anak ini akan mendapat formula khusus," ujar wanita yang sudah bergabung dengan Bioenergi Center sejak tiga tahun ini.

Tak hanya itu. Kamsi mengatakan, kapsul tersebut juga bisa memengaruhi perilaku seorang anak sehingga bisa lebih patuh pada orangtua. "Intinya kapsul ini bisa menekan energi negatif, sehingga pribadi yang bersangkutan dapat perlindungan dari energi positif," tuturnya.

Meski mengaku kapsul ini cukup banyak diminati, Kamsi enggan mengungkapkan berapa omzet penjualan per hari. Alasannya adalah rahasia perusahaan. (pra/uus/uji)

sumber aslinya cek disini

Ada-ada saja negeriku saat ini. Saat ini sedang musim yang berbau instan. Mie Instan, artis instan, bahkan salah satu calon presiden dulu yang kampanye nya dengan jingle mie Instan :D.

Dilihat dari pemakaiannya pun, sepertinya obat ini tak jauh-jauh dari klenik. Saya baru mengetahui diperlukan nama, agama, dan lain-lainnya untuk menggunakannya. Saya baru tahu ada obat seperti itu? apakah ini pengobatan modern atau pengobatan klenik layaknya paranormal? Jika tadi Dr. Syaiful menerapkan bioenergi, ternyata sudah ada pemaparan tentang apa itu bioenergi di link ini. Sedangkan tentang bioenergi terdapat disini

Dari pemasaran dari produsennya sendiri, pil ini sudah sangat tidak jelas. Dari blog tersebut juga, sudah ada indikasi penipuan. Sudah tidak jelas lagi apakah sudah mendapat izin dari Depkes atau BP-POM sehingga kapsul tersebut aman untuk digunakan. Semoga petugas yang terkait cepat menyelidiki hal tersebut.

Negara ini memang mudah terpancing opini dalam hal yang tidak jelas dan super. Jika kita kilas balik, dulu ada yang manya Blue Energy yang ternyata bohong. Kebohongan tersebut juga mampu membohongi Presiden SBY yang sempat mempercayainya. Belum lagi jenis bibit padi super yang sempat menghebohkan masyarakat. Ada lagi batu celup dari seorang anak yang bernama Ponari yang membuat orang antri sambil terinjak.

Terlepas dari aman atau tidaknya produk ini. Saya menganggap produk ini sebagai candu, tidak ubahnya seperti narkoba atau rokok. Proses belajar adalah proses yang berkesinambungan yang terus ada pada diri manusia dan berhenti saat manusia tersebut kehilangan nafasnya.

Semoga kebodohan akan musnah dari negeri ini

Puisi Pergantian tahun

Tak pernah aku menyangka
di negeri kaya yang terkenal ramah orangnya
telah terkikis itu semua
opportunis merajelala, merasuki setiap jiwa

memiliki telinga berakting bagai orang tuli
memiliki mata ramai-ramai membeli tongkat
memiliki akal berlagak gila
fakta berubah menjadi gosip
gosip pun menjadi pengganti nasi

akankah kita terus begini
bertampang muram melihat banyak penindasan
berpaling muka enggan membantu
seakan-akan hidup ini hanyalah aku

kawan . . .
jika kau menginginkan perubahan, ambil lah
kita masuki dunia baru penuh rasa keadilan
cinta dan kasih sayang, adalah pergerakan kita

tahun baru hanya sistem
tak ubahnya kita mengupdate software
hasil pembaharuan haruslah sebuah kebaikan
kuharap kita sadar hal ini kawan..