Kisah Sebuah Jaket

Lebih dari setahun yang lalu
aku sangat bangga memakaimu pertama kali
rasanya seperti akulah orang terpintar
terlebih lagi pejabat didepan sana
selalu menyanjung kita semua

Masa orientasi tiba
aku tetap bangga memakai seragam SMA
karena kau selalu menjadi pelengkap
setiap hari, 3000 orang memakaimu

Masa orientasi tahun berikutnya
aku tetap memakaimu
kini tanggung jawab 3000 orang dipundakku
riang sekali hati ini
melihat muka polos siswa SMA, menjadi mahasiswa
akulah orang pertama yang mereka tahu di kampus

Kini aku tersadar
sejak itu, aku tak pernah memperhatikanmu lagi
kau tergantung terkulai dibelakang pintu
seakan-akan menanti aku untuk mengenakanmu lagi
tapi aku sedang tak bisa
mengenakanmu, dapat berarti membuatku jarang pulang

Daripada kau terus terkulai
apalagi setelah melihat bercak-bercak putih
dan aroma yang sudah tidak seindah dulu lagi
aku memutuskan, membawamu ke ibu-ibu laundry
semoga semester depan, aku dapat memakaimu lagi

Untukmu
jaket almamaterku, dengan gambar gajah duduk bersila
lapar menunggu aku berkontribusi lagi
dan aku tahu, kau rindu dengan Salammu

4 pemikiran pada “Kisah Sebuah Jaket

  1. harus gw akui, gw juga kangen sama salam ganesha :siul

    gw tambahin ah,
    Untukmu jaket almamater,
    teman-kuning seperjuanganmu tampak bangga dikenakan oleh mahasiswa ibukota sana
    sementara engkau mendekam di lemariku yang pengap

    :ngakak asal bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s