Tidak Ikut Demonstrasi, Apatiskah?

Hari ini sedang ramai-ramainya demonstrasi di depan gedung DPR/MPR dengan isu yang dibawa yaitu menanti bagaimana sikap DPR mengenai kebijakan bail out bank Century, berdasarkan kinerja pansus Century yang sudah dibentuk beberapa waktu yang lalu. bahkan salah satu media mengatakan saat ini adalah “Grand Final” layaknya suatu kompetisi di televisi.

lalu terpikirkan, apakah saya ini, para mahasiswa yang tidak ikut serta demonstrasi tersebut dapat dikatakan tidak peduli? apakah saya ini, yang tidak mengikuti demonstrasi termasuk orang-orang yang tidak menyadari posisi mahasiswa sebagai agent of change?

jika berbicara mengenai hak dan kewajiban mahasiswa sendiri, tidak dapat ditafsirkan secara sempit dengan hanya mengikuti demonstrasi semata. setiap orang mempunyai cara sendiri untuk dapat berkontribusi. bukan berarti saya menganggap demonstrasi adalah cara terburuk dan kampungan. demonstrasi memang salah satu cara untuk merubah sesuatu. saya juga tidak munafik bahwa demonstrasi yang mengantarkan negeri ini menuju gerbang reformasi pada tahun 1998 silam.

saat ini, mungkin kawan-kawan kita di Jakarta sana sedang duduk di pinggir jalan, belum pulang, berbaju almamater yang dekil, wajah penuh dengan debu jalanan, dan kelelahan setelah berjibaku dengan petugas keamanan. dan saya sendiri, tadi siang mendapatkan materi kuliah, praktikum di depan komputer, berpikir mengenai solusi suatu permasalahan dari beberapa soal, duduk di ruang kuliah, berbincang-bincang dengan teman-teman, dan kini duduk nyaman mengetik di depan laptop saya.

dapatkah kita bandingkan kedua keadaan diatas menjadi suatu yang bernama tidak solid antar sesama mahasiswa? apakah saya apatis terhadap permasalahan yang ada saat ini sehingga kawan mahasiswa lainnya bergerak menuju senayan?

semua mahasiswa dapat berkontribusi dengan caranya masing-masing. mahasiswa yang sehari-hari di laboratorium, lalu menghasilkan karya yang berguna juga. mahasiswa yang sibuk belajar di kampus, lalu menghasilkan suatu teori baru yang memudahkan hidup orang banyak juga suatu kontribusi. mahasiswa yang senang berolahraga, nantinya dapat berprestasi di bidang olahraga juga dapat disebut kontribusi. mahasiswa yang berusaha mengasah otak kanannya menjadi suatu karya seni juga sebuah kontribusi. mahasiswa yang sedang menjadi relawan di daerah bencana, juga suatu kontribusi. dan lainnya, banyak kegiatan mahasiswa jika dikembangkan secara serius dapat menjadi suatu kontribusi nyata untuk masyarakat.

catatan : note ini bukan sebagai bentuk pembelaan bahkan pembenaran, hanya terpikirkan dari suatu perbincangan di dunia maya

semoga mencerahkan saya dan lainnya, kritik dan saran diterimađŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s