Banjir Bale Endah, Bandung Selatan

Bale Endah
Bale Endah adalah suatu wilayah di selatan kota Bandung, kira-kira berjarak 20 km dari pusat kota. Daerahnya didominasi oleh persawahan, sehingga tampak gersang di siang hari. Image Bandung sebagai kota yang dingin hilang begitu saja ketika saya kesana beberapa kali. Banjir, selalu datang tiap tahunnya, tapi tahun ini konon katanya terparah. Ketinggian air mencapai 350 cm, hingga atap rumah warga. Memang secara geografis, Bale Endah merupakan daerah yang dilalui oleh sungai Citarum. Luapan aliran sungai Citarum inilah yang menjadi penyebab utama banjir tiap tahunnya, khusunya ketika musim hujan tiba.
Citarum
kondisi di pertigaan Jl. Anggadireja - Jl. Raya Banjaran, Bale Endah
Pertama kali saya kesana adalah kira-kira 1,5 bulan yang lalu. Saya ikut dengan rombongan Ganesha Rescue. Agenda kali itu adalah membantu korban banjir, yang wanita membantu dapur umum sedangkan yang pria membantu membersihkan lumpur di jalan utama di Kelurahan Andir. Dapur umum yang diadakan oleh PMI terdapat di kantor Kecamatan Bale Endah. Sedangkan spot membersihkan lumpur berada di dekat kantor Kelurahan Andir. Kantor Kelurahan Andir sendiri masih tergenang lumpur kira-kira 10-40 cm, atau selutut orang dewasa. Dijalan utama, lumpur sudah ada sebagian yang dibersihkan, jadi tugas kami waktu itu adalah meminggirkan lumpur yang masih ada di tengah jalan, agar lumpur yang licin itu tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Ketika bersih-bersih lumpur itu, saya sempat ngobrol sebentar dengan warga setempat yang ikut juga membersihkan lumpur di jalan. Menurut beliau, banjir ini memang setiap tahun terjadi, tetapi tahun ini tergolong besar. Saya dapat melihat sendiri perbedaan warna cat tembok antara yang bekas tergenang air, dengan yang tidak tergenang air. Batas warna itu sendiri berada di dekat genteng rumah warga. Berarti benar bahwa tinggi air itu mencapai kira-kira 2-3 meter. Kelurahan Andir sendiri termasuk yang paling parah dan paling banyak tergenang karena memang lokasinya tepat sekali di pinggir sungai Citarum. Saat itu volume air sungai Citarum memang sedang tinggi. Air yang berwarna coklat itu mengalir dengan tenang, seakan-akan tinggal menunggu hujan yang memanggilnya untuk kembali menggenangi permukiman warga.
Hari ini, saya kembali kesana tetapi dengan event yang berbeda. Saya bersama teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Matematika ITB pergi menuju ke Bale Endah dalam rangka mengambil gambar dan video untuk membuat dokumentasi secara langsung. Video ini rencananya akan diputar di acara syukuran wisuda minggu depan. Kami ingin mengajak para wisudawan untuk ikut membantu korban banjir. Karena kita sendiri warga Bandung setidaknya ikut bersumbangsih mengirim air ke sana karena kota Bandung lebih tinggi dari Bale Endah. Saya yakin sampah-sampah yang dibuang ke Bandung juga ikut meramaikan tinggi air disana.
Berbeda kondisinya dengan 1,5 bulan yang lalu. Banyak camp pengungsian yang sudah kosong. Ada beberapa pengungsi masih terkonsentrasi di camp pengusian terutama di kantor Pramuka, dan gedung Universitas Bale Bandung. Sedangkan dapur umum yang berada di kantor Kecamatan sudah tidak berdiri lagi disana. Saya juga mengunjungi lagi tempat kami membersihkan lumpur dulu di kelurahan Andir. Tetap saja, lumpur tetap ada disana. Ketika air mulai meluap lagi, lumpur kembali menggenang. Genangan air dengan ketinggian berkisar antara 10-30 cm masih ada disekitar 100 m dari depan jalan menuju kantor Kelurahan Andir. Saya sempat mengambil beberapa foto. Walaupun banjir telah surut, namun penderitaan warga masih berlanjut karena lumpur bekas peninggalan luapan sungai masih tetap ada. Tidak jarang kalau kita menyusuri jalan-jalan disana, kita dapat melihat perabotan rumah tangga seperti kasur, sofa, baju-baju dijemur di depan rumah.

Bale Endah adalah suatu wilayah di selatan kota Bandung, kira-kira berjarak 20 km dari pusat kota. Daerahnya didominasi oleh persawahan, sehingga tampak gersang di siang hari. Image Bandung sebagai kota yang dingin hilang begitu saja ketika saya kesana beberapa kali. Banjir, selalu datang tiap tahunnya, tapi tahun ini konon katanya terparah. Ketinggian air mencapai 350 cm, hingga atap rumah warga. Memang secara geografis, Bale Endah merupakan daerah yang dilalui oleh sungai Citarum. Luapan aliran sungai Citarum inilah yang menjadi penyebab utama banjir tiap tahunnya, khusunya ketika musim hujan tiba.

Pertama kali saya kesana adalah kira-kira 1,5 bulan yang lalu. Saya ikut dengan rombongan Ganesha Rescue. Agenda kali itu adalah membantu korban banjir, yang wanita membantu dapur umum sedangkan yang pria membantu membersihkan lumpur di jalan utama di Kelurahan Andir. Dapur umum yang diadakan oleh PMI terdapat di kantor Kecamatan Bale Endah. Sedangkan spot membersihkan lumpur berada di dekat kantor Kelurahan Andir. Kantor Kelurahan Andir sendiri masih tergenang lumpur kira-kira 10-40 cm, atau selutut orang dewasa. Dijalan utama, lumpur sudah ada sebagian yang dibersihkan, jadi tugas kami waktu itu adalah meminggirkan lumpur yang masih ada di tengah jalan, agar lumpur yang licin itu tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Citarum
Anak Sungai Citarum

Ketika bersih-bersih lumpur itu, saya sempat ngobrol sebentar dengan warga setempat yang ikut juga membersihkan lumpur di jalan. Menurut beliau, banjir ini memang setiap tahun terjadi, tetapi tahun ini tergolong besar. Saya dapat melihat sendiri perbedaan warna cat tembok antara yang bekas tergenang air, dengan yang tidak tergenang air. Batas warna itu sendiri berada di dekat genteng rumah warga. Berarti benar bahwa tinggi air itu mencapai kira-kira 2-3 meter. Kelurahan Andir sendiri termasuk yang paling parah dan paling banyak tergenang karena memang lokasinya tepat sekali di pinggir sungai Citarum. Saat itu volume air sungai Citarum memang sedang tinggi. Air yang berwarna coklat itu mengalir dengan tenang, seakan-akan tinggal menunggu hujan yang memanggilnya untuk kembali menggenangi permukiman warga.

Hari ini, saya kembali kesana tetapi dengan event yang berbeda. Saya bersama teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Matematika ITB pergi menuju ke Bale Endah dalam rangka mengambil gambar dan video untuk membuat dokumentasi secara langsung. Video ini rencananya akan diputar di acara syukuran wisuda minggu depan. Kami ingin mengajak para wisudawan untuk ikut membantu korban banjir. Karena kita sendiri warga Bandung setidaknya ikut bersumbangsih mengirim air ke sana karena kota Bandung lebih tinggi dari Bale Endah. Saya yakin sampah-sampah yang dibuang ke Bandung juga ikut meramaikan tinggi air disana.

Citarum
Genangan air

Berbeda kondisinya dengan 1,5 bulan yang lalu. Banyak camp pengungsian yang sudah kosong. Ada beberapa pengungsi masih terkonsentrasi di camp pengusian terutama di kantor Pramuka, dan gedung Universitas Bale Bandung. Sedangkan dapur umum yang berada di kantor Kecamatan sudah tidak berdiri lagi disana. Saya juga mengunjungi lagi tempat kami membersihkan lumpur dulu di kelurahan Andir. Tetap saja, lumpur tetap ada disana. Ketika air mulai meluap lagi, lumpur kembali menggenang. Genangan air dengan ketinggian berkisar antara 10-30 cm masih ada disekitar 100 m dari depan jalan menuju kantor Kelurahan Andir. Saya sempat mengambil beberapa foto. Walaupun banjir telah surut, namun penderitaan warga masih berlanjut karena lumpur bekas peninggalan luapan sungai masih tetap ada. Tidak jarang kalau kita menyusuri jalan-jalan disana, kita dapat melihat perabotan rumah tangga seperti kasur, sofa, baju-baju dijemur di depan rumah.

beberapa foto lainnya

Bale Endah
jemur buku
Bale Endah
salah satu rumah warga yang rumahnya tergenang lumpur
Bale Endah
masjid
Bale Endah
abang tukang becak menerobos genangan
Bale Endah
hati-hati buat pengendara motor
Bale Endah
lumpur
Iklan

3 pemikiran pada “Banjir Bale Endah, Bandung Selatan

    1. mudah2an saya tetep bisa konsisten untuk memberitakan kabar terbaru πŸ˜€

      waktu itu saya ke bale endah memang lagi ada kegiatan. jadi sekalian bisa bikin field reportnya πŸ˜€

      terima kasih atas sarannya πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s