Hanya Sekedar Renungan

Tulisan ini saya dapat dari sebuah Note Diklat Aktivis Terpusat 2009. Penulisnya adalah alm Sigit Firmansyah (EL01)

semoga mencerahkan
Malam ini saya bertemu dengan seorang kawan yang

bercerita tentang academic excellent, mimpi-mimpi yang

kini telah mulai hilang dari kampus kami dan juga

semangat kerja keras yang mulai luntur. Kami berbagi

kesedihan dan keprihatinan tentang mutu pendidikan

yang makin turun, IPK adik-adik kami mahasiswa TPB

yang makin rendah, mahasiswa TPB yang mulai suka main

kartu di TVST, soal ujian Kalkulus yang makin mudah

dari tahun ke tahun dan juga mahasiswa yang mulai

kuliah dengan tidak serius.

Apa yang salah dengan kampus ini?

Kami rindu akan kampus yang dipenuhi dengan

orang-orang yang dengan penuh ambisi akademik ingin

selalu belajar, belajar dan belajar. Kami rindu akan

ruang-ruang perpustakaan yang dipenuhi orang, namun

tenang penuh keseriusan. Kami rindu bertemu mahasiswa

dengan pakaian sopan sederhana, yang uang dan waktu

nya telah tercurah untuk buku dan ilmu.

Bagi kami, ITB hampir-hampir kehilangan satu-satunya

aset terpenting yang seharusnya dimiliki yaitu :

“lingkungan akademik”. Lingkungan akademik yang

terpancar mulai dari segenap penjuru bolevard,

pojok-pojok kantin hingga laboratorium dan ruang

kuliah. Penjuru kampus harusnya dipenuhi dengan

manusia-manusia dewasa yang berinteraksi layaknya kaum

intelektual, berdiskusi dan bercerita tentang

mimipi-mimpi teknologi. Bukan penindasan dan

pembodohan.

Kampus ini sepertinya telah kehilangan orang-orang

yang ketika pertama kali menginjakkan kampus mempunyai

mimpi tentang membuat robot dan roket. Kampus ini

sepertinya telah kehilangan orang yang dikepalanya

dipenuhi mimpi-mimpi tentang mengembangkan ilmu

pengetahuan dan teknologi. Telah hilang orang-orang

yang mau memberikan segalanya untuk belajar.

Kami takut suatu saat nanti kampus ITB, menjadi tidak

lebih dari seperti SMU-SMU biasa yang berstatus

sebagai perguruan tinggi, namun isinya tetap saja

mahasiswa-mahasiswa gaul sok borjuis yang sama sekali

tidak memiliki etos kerja keras.

Kalau kampus kita sudah seperti itu, jangan sebut lagi

kampus ini dengan sebutan Institut Teknologi!

Kami yakin bahwa kebesaran bangsa ini, salah satunya

dibangun dari kampus ini, dan itu adalah kenyataan

sedih yang harus dihadapi.

Kami berdoa semoga mimpi buruk ini tidak pernah

terjadi…..

Dan saya mohon siapapun yang membaca tulisan ini,

turut mengaminkan doa kami. Kami ingin yang membaca tulisan ini bersama kami

mengaminkan doa ini dengan tangan, kaki, cucuran

keringat dan air mata. Mengaminkan dengan penuh

kesungguhan yang juga disertai kerja keras dan

konsistensi. Tidak sekedar amin dalam kata-kata.

Karena, ….ITB adalah aku, kamu, kami dan kita.

Kelak kebesaran dan prestasi ITB adalah untuk

Indonesia tercinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s