Zaman Star Trek

Setelah beberapa kali saya merasa diintimidasi oleh Dr. Sheldon Cooper di serial The Big Bang Theory, akhirnya saya menonton Star Trek. Mungkin belum semua saya tonton, saya hanya menonton film-filmnya saja, mulai dari yang pertama yang dirilis tahun 1979 hingga yang paling baru namun ceritanya lebih mundur yaitu yang baru dirilis tahun kemarin 2009.

Star Trek bercerita tentang kehidupan bumi yang sudah menyatu dengan kehidupan “alien”, berlatarkan abad 23 di film pertama hingga abad 24 di film ke sepuluh. Lebih spesifiknya lagi, Star Trek bercerita petualangan pesawat luar angkasa USS Enterprise yang dipimpin oleh Captain James T. Kirk.

Memang film yang paling awal dirilis tahun 1979, tapi efek yang dipakai di film itu masih unggul tipis dibandingkan sinetron laga dengan naga 3 dimensinya. Pakaian, dan model rambut masih terpengaruh gaya retro. Menurut saya apakah nanti di abad 23 manusia berpakaian seperti itu apa bukan? hehe

Yang menarik setelah saya menonton beberapa film Star Trek ini adalah manusia sudah bekerja sama dengan bangsa lain. Mungkin pada awalnya dapat kita sebut “alien” karena mereka bukan manusia. Sebut saja ada bangsa Vulcan (Mr. Spock favourite saya), Romulan, Remans, Klingon, Borg dll. Mereka bersatu mendirikan Federation yang bermarkas di San Francisco.

Yang menarik adalah kehidupan di abad 23 menurut Star Trek. Sangat kontras sekali dengan kehidupan saat ini. Di abad 23 tidak ada uang. Semua telah ada secara gratis, entah itu makanan, pakaian, dll. Semua manusia bekerja demi kemajuan bangsa manusia itu sendiri. Suatu bentuk peradaban yang aneh namun sulit diterapkan saat ini. Saya sempat berpikir, memang tidak adakah manusia di abad 23 yang serakah untuk mau menang dan kuat sendiri seperti saat ini?

Mari kira review bagaimana munculnya peradaban. Dari apa yang saya pelajari, saya dapat mengatakan awal peradaban manusia itu sendiri dimulai dari jaman manusia purba dimana manusia masih mengumpulkan makanan dengan cara berburu. Anggaplah ada suatu komunitas masyrakat manusia purba, mereka sudah mempunyai pekerjaannya sendiri yaitu ada yang memburu binatang, ada yang mengangkut hewan buruan, ada yang memasak, dan lain-lainnya. Semua punya tugas sendiri dan mereka bekerja demi kepentingan bersama. Indah sekali bukan?

Bandingkan pada saat ini. Ada yang memburu dengan jumlah berlebihan. Lalu karena buruan yang dia dapat banyak jumlahnya, yang lain tidak kebagian, akhirnya disitulah ada satu pihak yang “lebih kuat” sehingga dapat mempengaruhi dan menguasai pihak lainnya yang lebih lemah yaitu yang tidak mendapat hewan buruan karena kehabisan setelah mencari. Disitulah akan muncul calon penguasa-penguasa, entah itu raja, presiden, diktator atau apapun.

Sebenarnya munculnya sosok penguasa tidaklah salah. Ia bisa jadi semacam katalis untuk kemajuan komunitasnya. Bisa juga menjadi pengotor bagi komunitasnya. Penguasa yang menjadi katalis adalah penguasa yang merasa bertanggung jawab dengan apa yang “dikuasainya”. Ia membangun apa yang dikuasainya menjadi jauh lebih baik. Mengkordinir semua elemen yang ia kuasai demi kepentingan bersama, dan menempatkan kepentingan diri sendirinya sebelum kepentingan kelompok, seperti ayah dari James T. Kirk yang bersedia bertahan dari USS Kelvin demi memencet tombol self destruction sementara awak lainnya ia komando untuk menyelamatkan diri. Bukan lari terlebih dulu atau berdiri di paling belakang.

Saya jadi bermimpi apakah saya dapat membaca suatu berita yang mengatakan ada ilmuwan yang telah menemukan warp drive😀

 

“Live Long and Prosper”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s