Air Di Botol, Botol Di Pesawat

Sebenarnya post ini ga terlalu penting, hanya berisi sedikit fenomena yang mungkin bagi orang lain biasa saja tapi bagi saya sangat menarik sekali untuk “dikaji”

Permasalahannya seperti ini. Kemarin saya naik pesawat dari Jakarta ke Banjarmasin. Seperti biasa, saya duduk (saya selalu meminta di window) dengan tenang di dalam Boeing 737-900ER ini. Sayang kursinya tidak terlalu nyaman bagi yang punya postur badan tinggi. Jarak antar kursi bisa saya bilang sempit, dan kursi kurang empuk, hampir mirip kursi bis kota malah.

Sudahlah masalah kursi. Seperti biasa, dan suatu kewajiban bagi maskapai penerbangan untuk memberi tahu penumpang tentang aturan keselamatan di dalam kabin termasuk jika terjadi keadaan darurat seperti pesawat mendarat darurat atau adanya penurunan tekanan udara di dalam kabin.

Hal darurat kedua ini lah yang menarik bagi saya. Waktu itu saya membawa sebotol air minum mineral yang sudah saya minum setengah botolnya. Botol itu kemudian saya taruh di bersama saya, tidak dalam kompartemen tas yang berada diatas tempat duduk. Ketika pesawat mulai lepas landas dan mulai di ketinggian jelajah (menurut pilotnya 35.000 feet), botol mulai tampak seperti menggembung.

Saya mencoba memencet botol itu dengan jari saya. Dan benar, seperti tampak mau meledak. Lalu saya coba membuka botol pelan di dekat telinga saya. Saya mendengar suara “cess” seperti suara ban yang sedang di kempesi namun bunyi itu sebentar saja. Lalu saya tutup lagi hingga pesawat mendarat di Banjarmasin

Ketika sudah mendarat, saya melihat nasib botol ini lagi. Dan ternyata sekarang remuk dengan sendirinya. Padahal saya taruh di tempat yg aman dan tidak mungkin untuk saya duduki. Kini botol yang tinggal berisi seperempat, remuk tanpa ada yang meremuknya. Lemah bagai sudah digempur atau dilindas sesuatu. Saya mencoba membuka botol itu sebelum turun dari pesawat, dan yang terjadi botol itu kembali ke bentuknya semula.

Penjelasan sederhana dari fenomena itu adalah tekanan. Tekanan udara di ketinggian jelajah pesawat lebih rendah dengan berada di atas daratan. Namun perbedaannya sebenarnya tidak terlalu mencolok karena kabin pesawat berusaha menjaga tekanan untuk tetap sama sesuai dengan kebutuhan manusia. Sedangkan botol remuk menunjukkan tekanan udara di atas lebih rendah daripada dibawah. Akibatnya udara yang berada di luar botol menekan botol ke arah dalam sehingga menyebabkan botol remuk.

Mungkin agar lebih menarik lagi, saya akan mencoba membawa minuman bersoda. Tentu saja sangat beresiko membuka botol minuman soda yang ditutup sejak pesawat belum lepas landas. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s