Reaktif, Proaktif, dan Provokatif

Sebelumnya kita harus tahu definisi ketiga kata yang manjadi judul tulisan ini, yaitu apa itu reaktif, proaktif, dan provokatif. Saya ambil dari KBBI

Reaktif : sifat cenderung, tanggap, atau segera bereaksi thd sesuatu yg timbul atau muncul(adjektiva)

Proaktif : lebih aktif (adjektiva)

Provokatif : bersifat provokasi; merangsang untuk bertindak; bersifat menghasut (adjektiva)

Ternyata definisi Proaktif dari KBBI kurang memuaskan saya karena tidak menjelaskan sesuatu, oleh itu saya coba melihat referensi dari luar yaitu oxford dictionary

adjective
  • (of a person or action) creating or controlling a situation rather than just responding to it after it has happened:

http://oxforddictionaries.com/definition/proactive

sesuai dengan ekspektasi saya!

Oke, mengapa sih kita perlu memilih antara kapan bersifat reaktif dan kapan untuk bersifat proaktif ketika ada yang melakukan provokasi? karena disitulah nanti terlihat apakah orang cukup wise atau tidak dalam menaggapi sesuatu.

saya akan memaparkan sebuah contoh nyata dua perbedaan sifat ini

Pada suatu hari, terdapat orang sebut saja A yang sedang membuat sesuatu, anggap lah barang buatannya itu sudah cukup bagus bagi si A. Lalu datang orang lain sebut saja B, menilai barang yang dibuat oleh A. Demikian dialog yang terjadi diantara keduanya

B : ini barang buatanmu A? hanya segini saja? ah yang benar saja kamu

apakah tanggapan A? jika A menanggapinya dengan

A : memangnya kau pernah membuat barang seperti ini? lebih bagus kah dengan yang aku buat?

atau dengan

A : oh begitu ya, bagian mana yang kau anggap “segini saja”? apakah ada masukan untukku agar lain kali bagian yang kau anggap “segini saja” akan menjadi lebih baik ke depannya.

untuk kasus diatas bolehlah perkataan pertama si B kepada A adalah suatu provokasi. Kemudian pernyataan pertama A adalah sikap reaktif, dan perkataan kedua dari A adalah sifat proaktif. Terserah bagaimana kita menilainya dua tanggpan tersebut. Tapi ada dua hal dasar yang sangat berbeda efeknya jika kita memilih reaktif atau proaktif

tanggapan reaktif, hanya membuat si provokator bersorak sorai gembira. Karena tanggapan ini amat mudah di eksploitasi lebih lanjut. Mengapa? karena tanggapan ini TIDAK berbicara tentang konten yang dibawa oleh si provokator melainkan mengalihkan topik pembicaraan saja lalu menyerang personal dari si provokator.

tanggapan proaktif tentu jauh lebih baik karena kita menuntut si provokator untuk ikut berpikir lagi tentang apa yang dilontarkannya ke kita. Jika si provokator ini asal bicara ke kita, tentu akan kelihatan nantinya, apakah komentar dari si provokator ini benar-benar berbobot atau asal bunyi. Kalaupun benar-benar berbobot, tentu kita tidak ada ruginya, kita telah menemukan orang yang tepat dan yang mengerti tentang pekerjaan kita sehingga nantinya terdapat berbagai masukan positif ke kita.

sayangnya saya belum menemukan kasus dimana sikap reaktif lebih baik untuk menanggapi sesuatu kecuali di lab kimia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s