Cuci Mata di Jakarta

Cuci mata disini saya definisikan sebagai kegiatan yang membuat mata kita segar dan otak kita segar. Beberapa orang menerjemahkan cuci mata sebagai kegiatan buang – buang waktu seperti nongkrong  di Mall, atau di lokasi – lokasi yang sering dilewati orang atau keramaian. Tapi disini saya membuat pendekatan yang berbeda. Cuci mata tidak selalu kegiatan yang membuat kotor menjadi bersih sebagaimana dalam makna kata “Cuci”.

Setidaknya baru seminggu saya tinggal di Jakarta, di beberapa lokasi seperti persimpangan jalan besar terdapat sebuah media informasi berupa layar raksasa yang ukurannya bisa melihat dengan jelas tulisan di layar tersebut. Ternyata big screen ini yang buat adalah pemerintah DKI Jakarta. Isinya? bisa saya sebut mayoritas isinya gubernur incumbent berkumis itu. Isi video yang ditayangkan adalah suatu kemegahan DKI Jakarta, progress yang telah berjalan. Lebih mirip media kampanye ketimbang media sosialisasi walaupun arti dari kampanye dan sosialisasi itu beda tipis sekali.

Bagi yang ingin me-refresh pikiran ketika sedang kemacetan di lampu merah, bolehlah anda sekali-kali melihat big screen tersebut. Pengalaman saya sendiri melihat big screen tersebut hati saya sedikit enak. Merasa saya berada di kota metropolitan yang humanis, tanpa banjir, macet, dan lain-lain yang mengganggu.Sayang, kegiatan cuci mata saya berakhir ketika lampu merah berubah menjadi hijau, berarti saya harus menghadapi sebuah kenyataan kendaraan berjubel di depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s