Lolita

Lolita, salah satu buku yang masuk dalam list 1001 Books You Must Read Before You Die ini memang sangat fenomenal. Tema yang di angkat pun jikalau tidak dapat diterima dengan sedikit saja open minded, pasti tidak ada yang mau baca buku ini. Menarik memang, bagaimana seorang professor berumur setengah baya yang sangat tertarik dengan bocah berumur 12 tahun. Memang ini bukan novel porno sekelas buku stensilan, tapi Vladimir Nabokov dapat menyajikan kisah cinta “aneh” itu menjadi sebuah cerita yang menarik dan dibungkus dengan humor pertentangan psikologis Humbert Humbert dan caranya mendeskripsikan keindahan alam maupun lingkungan selama Humbert membawa Dolores Haze berkeliling Amerika untuk menikmati cinta terlarangnya itu.

Mengenai fisik bukunya, penerbit Serambi kelihatan tidak main-main, memang bukan hardcover sih (dan saya lebih suka yang softcover), tetapi kertas yang digunakan adalah jenis kertas HSSD (kalau nggak salah namanya ini) yang berwarna krem sehingga mata tidak lelah membacanya selama berjam-jam. Dimensi buku juga tidak terlalu besar, standar lah menurut saya, tidak lebih besar dari buku Harry Potter. Design sampulnya benar-benar sudah merepresentasikan deskripsi fisik dari sang Lolita, sebuah kaki jenjang dan jelas bukan punya ABG, tetapi bocah berumur 12 tahun.

Alur ceritanya dimulai dari masa kecil Humbert di Eropa, lalu pindah ke Amerika dan menumpang menginap (mungkin mirip dengan indekost) di rumah suatu keluarga yang hanya terdiri dari ibu dan anak. Awalnya Humbert seperti keberatan untuk tinggal disana karena lingkungannya yang menurut dia tidak sesuai dengan seleranya, tetapi semua berubah ketika rumah itu ternyata juga dihuni oleh seorang bocah perempuan berumur 12 tahun, anak dari ibu yang punya rumah, dan yang membuatnya tertarik karena teringat seorang bocah yang merupakan pacar dari Humbert ketika bocah juga.

Entah memang takdir Tuhan, si ibu dari anak itu meninggal karena kecelakaan, dan akhirnya tinggal mereka berdua, walaupun ketika kejadian Lolita tidak berada dirumah melainkan sedang di acara kemping bersama teman-temannya, setelah itu cerita berkisar di petualangan mereka berdua mengelilingi Amerika dengan menggunakan mobil. Berbagai cerita lucu, mengenaskan, membahayakan, mencurigakan, dan lain-lainnya mereka alami. Hingga berujung kepada Lolita dibawa oleh orang dan akhirnya hamil dengan orang lain itu.

Memang buku ini adalah bacaan dewasa, anak kecil jika membaca buku ini mungkin akan banyak bertanya-tanya mengapa bisa begini dan begitu. Bagi saya ini memang bacaan yang bagus. Cerita yang diusung dari segi temanya juga menarik, tidak perlu takut anda menjadi pedofilia ketika setelah membaca ini. Justru anda akan menemukan betapa cinta itu memang buta. Buta segalanya, juga termasuk umur Open-mouthed smile

3 pemikiran pada “Lolita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s