Demografi ‘Penganut’ Atheis Tahun 2012

Tadi malam saya menemukan suatu dokumen hasil press release survei yang diadakan oleh WIN Gallup International, suatu perusahaan yang bergerak di bidang market research dan polling bermarkas di Swiss. Topik survei yang dibahas sangat menarik yaitu tentang religiousity index dan atheism level. Melalui tulisan ini saya akan menyajikan beberapa fakta menarik tentang religius dan atheisme dari hasil survei tersebut. Untuk hasil yang lebih lengkap saya menyarankan pembaca untuk mencari langsung dokumen press release Global Religious and Atheism Index 2012.

Religiousity Index adalah persentase dari populasi yang mendeskripsikan dirinya sebagai orang yang religius dengan pertanyaan “Terlepas dari sering hadir di tempat ibadah atau tidak, apakah anda seorang yang religius, tidak religius, atau meyankinkan diri sebagai ateis?”

Sedangkan Atheism Index adalah persentase dari populasi yang mendeskripsikan dirinya sebagai ateis melalu jawaban diatas.

Survei ini dibangun berdasarkan sampel berukuran 51927 orang yang diwawancarai dari 57 negara yang ada di dunia. Wawancara dilakukan lewat telepon, tatap muka, dan secara online dilakukan dalam rentang waktu November 2011 sampai Januari 2012. Margin error dalam survei ini yaitu 3-5% dengan tingkat kepercayaan 95%.

  • Secara umum, 59% responden mengaku sebagai orang yang religius. Religius di sini didefinisikan sebagai orang yang rajin beribadah. 23% tidak religius (masih beragama tetapi jarang beribadah), 13% mengaku sebagai atheis (non – believer juga termasuk), dan 5% lainnya menolak untuk menjawab.
  • Ternyata orang yang berpenghasilan rendah 17% lebih religius ketimbang orang yang berpenghasilan tinggi. Tingkat penghasilan dibagi menjadi 5 kategori mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi disesuaikan dengan keadaan negara tersebut. Proporsi masing kategori penghasilan yaitu 66%, 65%, 56%, 51%, dan 49%. Orang yang berasal dari kategori penghasilan terbawah 66% mengaku sebagai orang yang religius sedangkan orang yang berasal dari kategori penghasilan teratas hanya 49% yang mengaku religius
  • Ateis didominasi oleh orang yang berumur tidak lebih dari 65 tahun
  • Semakin tinggi pendidikan yang dicapai, semakin tinggi jumlah orang yang ateis. Tingkat pendidikan dibagi menjadi tiga kategori yaitu no-education, secondary, dan high level (university). Pada golongan no-education hanya 7% yang mengaku sebagai atheis sedangkan pada high level education 19% mengaku sebagai atheis.
  • Atheis didominasi oleh pria
  • Ghana, Nigeria, Armenia, Fiji dan Macedonia merupakan lima negara paling religius (Religiousity Index-nya terbesar)
  • China, Jepang, Rep Ceko, Prancis, dan Korea Selatan merupakan lima negara paling tinggi nilai atheism index nya
  • Dibandingkan dengan hasil survei tahun 2005, Vietnam dan Irlandia yang paling banyak mengalami penurunan religiousity index hingga -24%
  • Dibandingkan dengan hasil survei tahun 2005, Prancis dan Rep Ceko yang paling banyak mengalami kenaikan atheism index hingga 15%.
  • Atheis paling banyak ditemukan di bagian Asia Utara dan Eropa Barat (total 56% dari keseluruhan atheis). Sedangkan orang yang religius paling banyak ditemukan di Afrika, Amerika Latin dan Asia Selatan.
  • 14% dari populasi negara anggota G-7 (US, Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang) adalah atheis. Hanya 48% yang mengaku sebagai orang yang religius.

Hasil survei diatas sangat menarik, jika dilihat sekilas, mayoritas negara dengan populasi atheis terbesar adalah negara maju. Hal ini mungkin terjadi apabila seseorang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak terpikir lagi olehnya sisi agama maupun kepercayaan. Memang dalam merayakan natal atau hari keagamaan lainnya masih banyak ditemui di negara-negara tersebut. Tetapi merayakan hari besar keagamaan hanya dipandang sebagai tradisi, bukan sebagai hari besar keagamaan.

Mungkin ada yang bertanya-tanya dimana posisi Indonesia? sayang sekali, Indonesia tidak masuk dalam 57 negara yang disurvei. Padahal melihat populasi agama di Indonesia sangat menarik. Menurut data BPS hasil sensus penduduk 2010, 87% penduduk Indonesia beragama Islam, 7% beragama Kristen, 3% beragama Katolik, 2% beragama Hindu, 1% beragama Buddha dan sisanya Konghucu termasuk agama lainnya (kepercayaan lokal, kejawen, dll). Berhubung negara kita masih lumayan tabu mengaku sebagai atheis, tetapi hal ini tentu tidak mengurangi seberapa menariknya jikalau Indonesia masuk dalam pengambilan sampel survei ini. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, survei ini menggunakan metode interview, bukan dari pengambilan sampel lalu dilihat kartu tanda penduduknya (KTP), saya meragukan di luar negeri sana ada atau tidak KTP mencantumkan agama atau kepercayaan. Kalau ditanya langsung, itu lebih akurat ketimbang melihat agama di KTP.

Bagaimana menyikapi hasil survei ini ya sikapilah dengan kepala dingin. Janganlah kita seperti kaum bigot diluar sana yang memaksakan keyakinan ke orang lain. Jangan anggap hasil diatas sebagai “oh yaudah, berarti kita atheis aja, toh mereka ga perlu berdoa ama Tuhan bisa jadi negara maju”. Pernyataan ini sangat salah. Mereka adalah orang yang bekerja keras duluan baru meraih sukses dan cenderung jadi atheis. Bukan menjadi atheis duluan baru meraih sukses. Amat salah paham sekali kalau tiba-tiba saya menjadi atheis agar tingkat pendidikan saya menjadi tinggi. Fakta diatas hanya mengatakan bahwa orang yang berpendidikan tinggi cenderung menjadi seorang atheis. Bukan sebaliknya. Jadi hanya mimpi di siang bolong kalau setelah baca post ini anda menjadi atheis lalu dipandang sebagai orang yang berpendidikan tinggi. Hal serupa juga berlaku dalam hal kategori income.

Sekian post kali ini tentang Global religiousity index dan atheism index😀

Satu pemikiran pada “Demografi ‘Penganut’ Atheis Tahun 2012

  1. im a US resident, theres no religion on my ID card, i think only indonesia use religion on their ID, since i saw few of my friend ID from couple country in europe, they all dont have religion on their ID too.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s