tidak ada tempat untuk bigot di ITB

alasannya? baca kembali apa yang tertulis di Plaza Widya Nusantara

alderine

Sejak kecil, aku sering bertanya. Tentang semua hal. Memang, aku tak selalu mendapat jawaban. Tapi aku tak pernah jemu untuk bertanya.

Pernah aku bertanya pada ibuku, dari mana aku berasal. Mengapa manusia bisa dilahirkan dari rahim seorang perempuan. Ibuku hanya menjawab, suatu saat nanti, aku akan mengerti, dan mendapat jawabannya sendiri. Sekarang tentu aku mengerti, meski masih sebagian.

Pernah juga aku bertanya, apakah hidup ini nyata. Bagaimana jika ini semua hanya mimpi? Atau sebenarnya, kita tak lebih dari sebuah tokoh yang jalan ceritanya sudah diatur dan ditonton oleh makhluk lain, seperti kita menonton televisi? Aku menanyakan dan memikirkan semua hal itu sambil berloncat-loncatan di tempat tidur, menampar-nampar pipi dan mencubit lengan sendiri, berharap jika hidup ini memang hanya sebuah mimpi, aku akan segera terbangun. Kenyataannya tidak, aku tetap terjebak dalam kehidupan yang belum kumengerti apa (sampai sekarang).

Saat pertama kali menjejak kaki di kampus ganesha, ada sebuah tempat yang sangat…

Lihat pos aslinya 144 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s