Life Of Pi, Bukan Sekedar Satu Sekoci Bersama Harimau Royal Bengal

Judul Buku : Life of Pi (Kisah Pi)
Penulis : Yann Martel
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal : 446 halaman

Sinopsis :
Bagi seorang anak laki – laki seperti Piscine Molitor Patel atau Pi, mungkin banyak hal – hal yang kurang ia pahami mengenai kehidupan. Tetapi ia terus menerus menggali makna kehidupan. Mulai dari bertanya-tanya mengapa agama Hindu mempunyai banyak Dewa sedangkan Islam tidak. Mengapa Yesus rela berkorban untuk menebus dosa anak manusia di muka bumi. Bagi ia, Tuhan dapat dicapai oleh jalan apapun seperti kata Gandhi bahwa semua agama itu baik. Oleh karena itu ia ingin mengasihi Tuhan dengan cara menganut ketiga agama tersebut sekaligus. Dibesarkan ditengah keluarga sekuler India era 1970-an, ayahnya pengusaha kebun binatang di kota Pondicherry, India.

Karena suatu hal, akhirnya keluarga Pi memutuskan untuk pindah ke Kanada. Keputusan ini tidak diambil dengan mudah karena keluarga besar di sana. Akhirnya beberapa binatang yang memungkinkan dijual untuk menambah biaya transportasi mereka ke Kanada. Kapal barang bernama Tsimtsum, kapal yang berasal dari Jepang yang akan membawa keluarga beserta beberapa koleksi kebun binatang. Perjalanan dari India hingga ke Manila untuk mengisi stok makanan, lalu dilanjutkan menuju ke timur menyebrangi samudera Pasifik. Sayang, samudera yang luas ini gagal dilalui oleh kapal tersebut. Kapal Tsimtsum tenggelam!

Demi Wisnu, Yesus dan Muhammad! Pi berhasil selamat. Ia berhasil menaiki sekoci kapal. Terombang-ambing di tengah samudera Pasifik yang ganas bersama seekor Zebra yang patah kaki depannya, seekor Orang Utan bernama Orange Juice, seekor hyena, dan seekor harimau Royal Bengal. Sekoci dengan panjang kira-kira 8 meter itulah yang akan menjadi panggung utama dari novel ini.

Life of Pi menceritakan pergulatan Pi untuk bertahan dan menjaga semangat hidup, belajar menghadapi segala rintangan mulai dari cuaca, makanan, harimau Royal Bengal, hingga musuh terberatnya yaitu diri sendiri.

—————

Pertama kali mengetahui novel ini ketika saya SMP dari sebuah koran. Sayang sekali saat itu minat membaca saya tidak sebesar sekarang. Lagipula akses mendapatkan buku di Kalimantan Tengah saat itu masih sulit. Ketika bertemu novel ini disuatu toko buku, tidak banyak ragu-ragu saya langsung membelinya.

Ternyata buku ini tidak sekedar menceritakan petualangan Pi untuk bertahan hidup, tetapi juga pengalaman spiritual yang dapat diambil sebagai pelajaran dari buku ini bagi pembacanya. Sebuah cerita yang menakjubkan dan segar untuk menambah inspirasi.

“…kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.”, itulah potongan kalimat dari bagian belakang buku ini. Yann Martel sedikit banyak telah membuat saya bersikap tentang itu.

Kabar bahagianya adalah, film Life Of Pi garapan sutradara peraih Academy Award, Ang Lee baru saja dirilis. Mari kita tunggu filmnya di Indonesia.

Satu pemikiran pada “Life Of Pi, Bukan Sekedar Satu Sekoci Bersama Harimau Royal Bengal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s