Inferno

–Spoiler alert!–

Inferno

Amazing! Inilah satu kata yang tepat untuk menggambarkan serunya cerita Dan Brown kali ini. Menurut saya cerita di buku ini, dari segi criminal mind, inilah yang paling elegan setelah penjahat di Angel & Demon dan Digital Fortress.

Lagi – lagi, khas Dan Brown, buku ini berkisah sekitar 24 jam petualangan Robert Langdon di tiga kota, Florence, Venesia dan Istanbul. Cerita berawal dari ia terbangun di suatu rumah sakit di Florence, menderita amnesia yang menyebabkan ia lupa dengan apapun dua hari kebelakang. Disinilah petualangan dimulai. Bersama dengan Sienna Brooks, memecahkan misteri dari seorang scientist yang terobsesi dengan Inferno, suatu puisi karya penyair Renaisans, Dante Alighieri.

Bagi pencinta seni Renaisans dan kota Florence, buku ini adalah buku yang tepat untuk memanjakan pikiran dan imajinasi anda. Pak Brown banyak bercerita mengenai karya seni mulai daru lukisan, mural masif, patung, arsitektur, hingga karya sastra Renaisans dengan suduh pandang Langdon. Akhirnya saya baru tahu ada nama perupa Renaisans selain Michelangelo, Donatello, Leonardo Da Vinci, dan Raphael (saya hanya tahu ini karena keempat nama ini adalah nama para Kura – Kura Ninja) yaitu Giorgio Vasari dan Sandro Boticelli.

Cerita di buku ini memang banyak berpusat di Sandro Boticelli, Giorgio Vasari, dan Dante Alighieri. Dimulai dari puisi Dante, Divine Comedy yang mempunyai tiga bagian yaitu Inferno yang mengisahkan perjalanan dia ke neraka yang mempunyai sembilan lapis dengan Iblis berada di neraka paling bawah, lalu Purgatorio suatu gunung dengan jalan melingkar sebanyak sembilan kali sebagai gunung penebusan dosa, dan Paradiso yang berarti surga. Boticelli yang membuat lukisan Inferno versi Dante dengan judul La Mappa dell’ Inferno. Dari sinilah petualangan dimulai

Map of Hell – Sandro Boticelli (konon lukisan ini banyak membuat orang bertobat)

Lalu kejahatan apa yang membuat buku ini menarik? Kejahatan yang terinspirasi dari karya seni memang khas dan menjadi tema utama pada buku – buku pak Brown sejak buku The Da Vinci Code. Kali ini ada scientist yang khawatir dengan populasi manusia yang semakin banyak. Angka populasi manusia yang terakhir tercatat adalah 7 milyar penduduk pada 2011. Di buku ini juga terdapat grafik proyeksi jumlah penduduk yang mencapai 9 milyar pada tahun 2050, juga terdapat grafik eksponensial yang mengerikan tentang masalah yang dihadapi penduduk Bumi yaitu pemanasan global, mencairnya es di kutub, penipisan lapisan ozon, berkurangnya hutan hijau, berkurangnya tangkapan ikan, kadar CO2 di udara, dll. Semua masalah tersebut, ikut naik mengikuti jumlah populasi bumi yang juga naik. Jadi menurut seorang scientist di buku ini, masalah itu ada karena banyaknya penduduk Bumi. Satu – satunya cara menghilangkan masalah itu adalah, kurangi penduduk Bumi.

inferno_dan_brown_original_drm_not_removed__page_106_image_0001-1

Tersebutlah Bertrand Zobrist, scientist dalam bidang genetika yang berhasil membuat suatu virus. Virus tersebut konon akan memusnahkan milyaran orang karena Zobrist terkenal sebagai orang yang mengatakan seharusnya terjadi kiamat yang menyebabkan berkurangnya sepertiga penduduk Bumi. Ia juga mengatakan bahwa Wabah Hitam di Eropa abad 14 adalah suatu anugerah bagi manusia dan Bumi. Disinilah Langdon dan Sienna Brooks mencari – cari di mana virus itu mulai dilepas karena satu – satunya petunjuk lokasinya dimulai dari suatu proyektor kecil bertenaga mekanik yang menunjukkan Map of Hell karya Boticelli yang telah dimodifikasi. Langdon dan Sienna juga harus berjibaku dengan pihak Konsorsium dan tentara SRS (yang belakangan ternyata tentara SRS adalah tentara dari pihak WHO, World Health Organization).

Berbagai intrik, dan ketidakjelasan mana yang antagonis dan protagonis, kedua hal inilah yang membuatnya menarik pada sekitar Bab 60-an ke atas. Kita disodorkan pada dua pilihan: Menekan sebuah tombol yang dapat mengurangi sepertiga penduduk Bumi, namun Bumi selamat. Atau tidak menekan tombol tersebut, tapi peradaban manusia akan hancur dalam waktu kurang dari 100 tahun?.

Apakah virus yang disebar oleh Zobrist? Ternyata virus tersebut adalah virus vektor yang menyebabkan penderitanya menjadi steril (mandul). Itulah solusi dari Zobrist untuk mengurangi populasi penduduk. Virus ini tidak membuat orang menderita kesakitan layaknya Black Death, apalagi membuat orang meninggal, virus ini hanya membuat orang steril. Entah bagaimana caranya, tidak semua orang terkena virus ini akan steril. Terinspirasi dari Black Death, hanya sepertiga penduduk dunia yang terkena virus ini yang akan steril sehingga spesies manusia masih bisa bereproduksi. Pada bagian tengah buku juga disebutkan bahwa Zobrist menganggap WHO tidak membantu sama sekali tentang bagaimana cara mengurangi populasi penduduk. Membagikan kondom, sosialisasi keluarga berencana, dll seakan – akan hanya mengobati tumor ganas dengan menggunakan plester band-aid.

Apakah anda setuju dengan Zobrist? Inilah area abu – abunya. Ending dari buku ini pun tidak jelas. Memang Sienna dan Sinskey (kepala WHO) akhirnya pergi ke konferensi Jenewa untuk membahas krisis virus Zobrist dengan para petinggi dunia lainnya. Tapi pak Brown tak menyelesaikan masalah ini. Apakah WHO -dibantu Sienna- akan mencari anti virus? Entahlah.

Saya pikir juga, adakah cara lain yang lebih elegan dari cara Zobrist untuk mengurangi penduduk Bumi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s