Dikit – dikit Herbal

“Obat herbal lebih aman, bebas dari bahan kimia”

dan bayangkanlah kalimat – kalimat lain yang bermakna serupa kalau anda bertemu orang yang sedang promosi obat herbal. Kadang saya tertawa geli di dalam hati ketika mendengar atau membaca statement seperti di atas. Ada beberapa yang mengganjal di benak saya tentang itu.

Pernyataan “bebas dari bahan kimia” itulah yang paling aneh. Dari apa yang saya pelajari di kampus, air yang kita minum pun masuk kategori “bahan kimia”. Oksigen yang kita hirup, juga bahan kimia. Tak ada benda yang di Bumi ini yang bukan bahan kimia karena semua benda mengandung unsur kimia yang ada tertera di tabel periodik yang sering kita lihat di sekolah itu. Apakah obat herbal mengandung bahan yang belum ada di tabel kimia? Saya jadi teringat film Battleship. Puing-puing pesawat luar angkasa milik alien tak ada di dalam tabel periodik. Mungkin bisa dijadikan bahan obat herbal.

Okelah, mungkin yang dimaksud “bahan kimia” itu adalah bahan kimia berbahaya. Siapa bilang bahan alami selalu aman dikonsumsi? Saya pernah dengar daun bayam tak baik bagi yang menderita asam urat. Padahal jelas – jelas daun bayam alami. Juga saya punya teman yang alergi dengan kacang. Kasihan sekali kalau alerginya kambuh. Padahal jelas – jelas kacang itu berasal dari alam. Bahan kimia berbahaya pun menjadi relatif. Dosen Kimia Dasar saya dulu mengatakan, kita terlalu takut dengan tahu yang menggunakan formalin. Beliau bilang formalin baru akan berpengaruh buruk ke kesahatan anda kalau anda minum segelas formalin tiap hari. Ternyata berbahaya pun ada kadarnya (saya tak menganjurkan anda makan tahu berformalin selama bertahun-tahun).

Selain itu, gembar – gembor lain obat herbal adalah obat herbal diambil langsung dari alam. Pernah saya diskusi dengan Alde perihal ini. Kata ibunya yang seorang dokter, ketika harus menjelaskan “obat herbal” ke pasien awam, beliau bilang obat “kimiawi” pun dulu asalnya juga herbal. Jadi prosesnya begini. Anggaplah ada dedaunan yang bisa menyembuhkan penyakit batuk. Daun tersebut diteliti, zat apa yang ada di dalamnya yang memang “bertugas” menyembuhkan batuk, karena di dalam tersebut juga ada zat – zat lainnya. Riset jalan bertahun-tahun hingga menghasilkan kesimpulan di dalam daun itu, ada zat yang namanya X yang bisa menyembuhkan batuk. Lalu dicari cara bagaimana membuat zat X tadi di laboratorium sehingga kita tak perlu repot – repot menanam tumbuhan itu dalam skala besar dan hanya diambil daunnya. Voila! Jadilah obat yang pada umumnya kita temui di apotik. Sederhananya begitulah. Obat yang kita sebut “mengandung bahan kimia” itu tak asal sim salabim ala kadabra. Apalagi cuma “dipercaya” seperti yang sering kita dengar bahwa “makanan X dipercaya menyembuhkan bla bla bla”.

Tulisan ini bukan anjuran untuk meninggalkan obat herbal. Saya hanya ingin mengajak para pembaca untuk semakin kritis dan tak mudah tergoda iming-iming sembuh secara instan, apalagi ketika bertemu klaim suatu obat dapat menyembuhkan seribu satu macam penyakit. Mohon maaf apabila ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Pastikan saja obat herbal yang anda konsumsi sudah terdaftar di BPPOM sehingga ada jaminan obat herbal tersebut aman dikonsumsi.

4 pemikiran pada “Dikit – dikit Herbal

    1. loh memang belum tentu. Kan saya bilang di atas kalau pada awalnya memang dari tumbuhan, mereka cari zat apa yang benar-benar bertugas menyembuhkan penyakit, lalu dicari cara bagaimana membuat zat tersebut.

      Lagian istilah “bahan kimia anorganik” belum tentu selalu berbahaya. Dari yang saya tahu, bahan kimia organik itu yang carbon-based. Jadi selain itu pantas disebut ‘anorganik’. Dan jelas tak semua bahan kimia organik itu aman. Gas CO contohnya

  1. setau saya, obat herbal yang benar-benar sudah diakui sebagai obat yg setara dengan obat medis lainnya oleh BPOM dinyatakan cuma 4 dan itu disebut sebagai fitofarmaka…yang lain?izin suplemen doang tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s