Tentang Kausalitas dan Korelasi

Kausalitas menurut KBBI adalah perihal sebab-akibat. Contohnya jika saya sengaja membenturkan kepala ke tembok, akibatnya kepala saya akan sakit dan mungkin benjol. Suatu hal “penyebab” diikuti dengan “akibat”. Bagaimana dengan korelasi? Korelasi -sekali lagi- menurut KBBI adalah hubungan timbal balik atau sebab akibat. Lah lalu apa bedanya? Ternyata kedua hal ini berbeda sama sekali.

Saya berikan suatu ilustrasi yang saya peroleh dari kuliah online Mikroekonomi via YouTube. Di suatu negeri antah berantah, terdapat suatu desa yang sedang diserang pandemi suatu penyakit, kolera misalkan. Tentu pemerintah tak mau tinggal diam melihat rakyatnya satu per satu jatuh sakit karena kolera. Akhirnya pemerintah berinisiatif mengirimkan banyak dokter ke desa yang semakin banyak kasus koleranya. Namun sejak hari pertama hingga hari ke tujuh, ternyata wabah kolera semakin melebar. Pemerintah mengirimkan lagi banyak dokter ke desa tersebut. Warga mulai merasa adanya suatu pola di sana yaitu mengapa semakin banyak dokter yang dikirim, justru penyakit tersebut semakin melebar? Akhirnya mereka mengambil kesimpulan bahwa dokter lah penyebab dari meluasnya kolera tersebut. Dari cara pengambilan kesimpulan demikian, mungkin yang terjadi selanjutnya adalah keadaan desa semakin rusuh, mereka mengusir para dokter satu per satu karena dianggap sebagai biang keladi dari bencana yang menimpa desanya.

Menarik bukan? Satu hal yang dapat dipahami dengan mudah adalah warga tak mampu membedakan mana yang berkorelasi dan mana yang merupakan suatu kausalitas. Jumlah dokter dengan jumlah kasus kolera mungkin berkorelasi secara positif atau searah. “Searah” dalam hal ini bisa dikatakan jumlah dokter meningkat diiringi oleh jumlah wabah kolera ATAU jumlah wabah meningkat diiringi dengan jumlah dokter. Tapi tak bisa diambil kesimpulan bahwa Dokter menyebabkan kolera. Atau mungkin jumlah wabah kolera yang menentukan banyaknya dokter?

Kesalahan berpikir ini sering sekali saya temukan (dan mungkin saya juga pernah melakukannya) saat sedang menguji suatu model dari banyak variabel. Misalkan besarnya klaim asuransi kendaraan bermotor dapat bergantung pada harga kendaraan, daerah pemakaian kendaraan, jenis kelamin dari si pengendara, tahun pembuatan kendaraan, dan lain-lain. Saya uji korelasi antar variabel-variabel tersebut. Misalkan saya menemukan hasil bahwa besarnya klaim asuransi kendaraan bermotor berkorelasi positif (atau searah) terhadap variabel jenis kelamin wanita, daerah pemakaian kendaraan dan berkorelasi negatif dengan harga kendaraan dan tahun pembuataan kendaraan. Kita mengira-mengira apakah data menunjukkan hasil yang make sense atau tidak karena model yang dibuat akan menjadi useless jika tidak sesuai dengan realita. Contoh, besarnya klaim berkorelasi negatif dengan harga kendaraan bermotor. Ini sedikit aneh karena besarnya harga pertanggungan selalu mengikuti besarnya klaim yang terjadi. Bisa juga dikatakan pemilik kendaraan yang harganya mahal menjadi lebih hati-hati dalam mengendarai kendaraannya sehingga klaim menjadi sedikit. Siapa tau? Perlu penelitian lebih lanjut. Begitu juga dengan pertanyaan apakah benar para wanita selalu menimbulkan klaim lebih besar daripada pria?

Pemilihan legislatif sebentar lagi akan dimulai. Sebelum itu dimulai, saya banyak melihat grafik tentang partai mana yang paling banyak korupsinya bertebaran di berbagai sosial media. Dari berbagai sumber tersebut, saya menangkap adanya pola bahwa urutan teratas partai yang paling banyak korupsinya adalah partai yang paling banyak menempatkan wakilnya di DPR. Karena saya tidak mempunyai data untuk menguji seberapa valid pola yang saya sebut di atas, maka tak banyak yang dapat di-hipotesis-kan. Juga menjadi suatu pertanyaan lagi adalah apakah penyebab korupsi dari suatu partai karena banyak wakilnya berada di parlemen? Pertanyaan ini menganggap hubungan banyak wakil – banyak korupsi menjadi kausalitas. Jika benar seperti ini, maka bisa jadi tak ada gunanya meraih dukungan dengan menyebarkan grafik tersebut🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s