Cara Pesan Minum di Starbucks

Ailtje Ni Diomasaigh

[Postingan ini super panjang]

Di satu akhir pekan, saya nongkrong di Starbucks Senayan City. Saat itu Reza Rahardian juga lagi nongkrong dengan seorang desainer Indonesia. Tiba-tiba, ada pria dengan muka kusut menyalakan rokok. Ditegurlah si Bapak karena ruangan tersebut berpendingin. Si Bapak ngamuk & semakin ngamuk karena kopinya tak kunjung datang padahal dia sudah menunggu selama 30 menit. Setelah dijelaskan, bahkan diberi kopi baru, si Bapak akhirnya mengerti bahwa kopi di Starbucks tak pernah diantarkan. Dengan muka BT, si Bapak menyerupu kopinya, lalu memuntahkan kopi ke lantai. Entah tak doyan atau mulutnya terbakar.

Gara-gara si Bapak, saya akhirnya membuat tulisan ini di tahun 2013 , tapi elemen tulisan saya tak lengkap tanpa kenalan dengan Barista; makanya saya menunggu dua tahun. Pesan kopi di Starbucks tak segampang pesan kopi di Warung Kopi di Aceh karena Starbucks membuat kombinasi aneka rupa kopi, konon ada ribuan. Hal paling pertama yang harus diketahui sebelum memesan…

Lihat pos aslinya 884 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s