Tentang Efisiensi Keyboard Dvorak

Ternyata sudah hampir 4 tahun saya menggunakan keyboard Dvorak. 4 Tahun yang lalu saya berpikir bahwa dengan mempelajari keyboard Dvorak, kecepatan mengetik saya akan berkali-kali lebih cepat dari biasanya. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Kini saya bisa mengetik hingga 120 kata per menit dalam bahasa Indonesia dan sekitar 80an kata per menit dalam bahasa Inggris. Jauh lebih cepat jika saya menggunakan keyboard QWERTY.

Beralih dari QWERTY ke Dvorak juga bukan pekerjaan mudah. Setidaknya saya membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk mempelajari keyboard ini sampai di level touch typing (mengetik tanpa melihat papan keyboard). Saya pikir, mengetik cepat tanpa melihat dapat menjadi advantages bagi saya. Ternyata hal tersebut sama sekali tidak benar. Buat apa punya skill mengetik hingga lebih dari 100 kata per menit jika isi kepala hanya 30 kata per menit? Disinilah saya merasa bahwa suatu solusi yang dianggap efisien, ternyata menjadi tidak efisien ketika mencari jalan keluarnya.

Ternyata tidak sampai di sana. Saat saya mulai bekerja, skill ini lumayan berguna ketika mengetik email. Kebetulan saya punya big boss yang lumayan geeky. Dimulai dari saya yang menggunakan keyboard mekanik tipe cherry blue yang lumayan berisik itu, hingga dia melihat sendiri susunan huruf keyboard yang saya gunakan ternyata bukan QWERTY.

Bos saya salut dengan ‘kurang kerjaannya’ saya yang menggunakan stupid keyboard (dia sebut keyboard dvorak milik saya dengan sebutan itu). Kebetulan dia juga antusias mengenai kemampuan mengetik cepat dan pernah menantang saya balapan mengetik dan akhirnya saya sedikit jauh lebih cepat dari dia yang menggunakan QWERTY.

Pada suatu hari saya dipanggil ke ruangannya. Dia bercerita tentang senjata terkenal yang biasa digunakan oleh tentara Amerika Serikat, M-16.

“Kau tahu M-16?”

“Ya”, saya jawab

“Senjata itu sudah ada sejak tahun 1960an dan masih digunakan hingga saat ini oleh tentara Amerika Serikat. Tentu saja, diantara tahun 1960an hingga saat ini, banyak senjata-senjata baru yang dibuat. Tapi mereka tetap menggunakan itu, kenapa? Jika senjata tipe terbaru tidak dapat membuat perbedaan yang sangat signifikan, mereka tidak akan mengganti senjata yang mereka gunakan”

Di sini saya mengerti apa yang dia maksud. Dalam kasus susunan huruf keyboard, QWERTY telah ada dan digunakan lebih dulu daripada susunan Dvorak. Saat itu, entah sudah ribuan atau puluhan ribu typist yang sudah dilatih dan terlatih dalam menggunakan QWERTY. Tidak serta merta mereka harus mengganti susunan keyboard yang mereka gunakan. Mengganti susunan keyboard perlu waktu tersendiri untuk melatih ulang para typist. Tentu ini suatu hal yang tidak efisien meski ada klaim susunan Dvorak dapat membuat seseorang mengetik lebih cepat karena susunan hurufnya disusun dengan mempertimbangkan aspek ergonomi. Tidak seperti QWERTY yang disusun hanya sekedar mesin tik tidak jamming ketika seseorang mulai mengetik dengan cepat.

Kemudian permasalahan lainnya muncul, yaitu shortcut yang ada di setiap software, dibuat berdasarkan susunan keyboard QWERTY! Saya berikan contohnya. Kita tahu bahwa shortcut untuk copy dan paste adalah Ctrl + C dan Ctrl + V. Mengapa huruf C dan V? Sederhana saja, karena kedua huruf ini bersebelahan, dan sangat mudah diakses jika kita juga menekan tombol Ctrl yang biasa ada di sudut keyboard.

Hal ini jauh berbeda jika susunan keyboard yang digunakan adalah Dvorak. Letak huruf C dan V di keyboard Dvorak berjauhan satu sama lain. Jika saat membaca ini anda menggunakan keyboard QWERTY, letak huruf C di keyboard Dvorak terletak di huruf I, dan huruf V terletak di tombol “.” titik. Tentu ini sebuah siksaan tersendiri untuk melakukan Ctrl + C dan Ctrl + V.

How to deal with this? Saya masih menggunakan keyboard Dvorak in daily basis. Pekerjaan seperti menulis email atau blog, keyboard Dvorak masih saya gunakan. Saya beralih ke QWERTY jika menggunakan aplikasi yang banyak menggunakan shortcut untuk mempermudah pekerjaan saya, misalkan Excel. Tidak ada yang mubazir. Kini saya bisa menggunakan dua susunan keyboard secara touch typing :D.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s