The boy called it a “Googol”

Judul post ini bukan salah ketik Google. Istilah “Googol” memang ada. Pada suatu waktu di tahun 1920, Edward Kasner, matematikawan berkebangsaan Amerika Serikat meminta kepada keponakannya untuk memberikan nama ke sebuah angka yang sangat besar. Bilangan yang dimaksud adalah 10^{100}, yang kemudian diberi nama Googol. Angka 1 yang diikuti oleh 100 buah nol di belakangnya.

Ada istilah lainnya yaitu Googolplex yang merupakan bilangan yang bernilai 10 pangkat Googol, 10^{10^{100}}. Angka 1 yang diikuti oleh 10^{100} buah nol di belakangnya.

Sebutan bilangan Googol inilah yang dijadikan inspirasi dalam penamaan web mesin pencari Google.

vlcsnap-2016-03-03-22h20m02s17

Jauh sebelum Google lahir pada tahun 1998, Carl Sagan membahas bilangan ini di Cosmos : A Personal Voyage pada episode ke 9. Saat itu, Carl Sagan membahas Googol sebagai pengantar menuju ketakhinggaan / infinity. Sebagai bayangan, jumlah dari proton, elektron, dan neutron yang ada di seluruh alam semesta hanya sekitar 10^{80} (setelah saya mencari tahu lebih lanjut, sepertinya ini diperoleh dari Eddington). Jumlah proton yang ada di alam semesta masih 1 per 10,000,000,000 dari Googol.

Iklan