Review App: Blinkist

Blinkist adalah suatu app yang dapat membuat anda menjadi lebih pintar dalam waktu singkat, dan berpotensi untuk ditakuti warga sekitar.

Oke, yang di atas tadi bercanda. Blinkist adalah suatu app yang dibuat oleh Blinks Lab GmbH yang berisi rangkuman dari buku-buku non fiksi terkenal. Blinkist memungkinkan para penggunanya untuk mengetahui inti dari suatu buku, dan dibahas secara bab per bab. Kurang lebih ini seperti percakapan suatu hari di pojok sekolah / kampus (perhaps)

“Kamu sudah baca Freakonomist?”

“Sudah”

“Itu isinya apa sih?”

Blinkist mengklaim terdapat 1000+ buku non fiksi yang sudah dalam bentuk Blinks, yaitu summary dari buku non fiksi, dalam format yang mudah dibaca tetapi masih dalam bentuk narasi.

Blinks tersebut dibuat oleh para expert di bidangnya dan dikerjakan secara manual. Jadi misalkan ada buku bertema ekonomi, mungkin yang membuat Blinks-nya adalah ekonom. Sayang mereka tidak memberi tahu siapa yang merangkum buku tersebut.

Menurut saya koleksi Blinks yang tersedia cukup variatif dan bertambah terus setiap harinya. Kita juga dapat browse koleksi Blinks secara kategori sesuai minat kita. Entah itu science, economics, psychology, etc. Terdapat nama-nama penulis yang terkenal mulai dari Jared Diamond sampai Karl Marx.

Karena yang Blinks yang kita baca dalam bentuk summary per bab, jadi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu buah buku menjadi sangat singkat. Freakonomist saja bisa selesai dibaca tak sampai 15 menit. Bisa membuat waktu bermacet-macet anda di jalan menjadi lebih produktif.

App ini dapat diunduh secara gratis via Google Play atau Apple Store. Sayangnya, hanya gratis trial selama 3 hari. Setelah 3 hari, anda dipersilahkan untuk subscribe menjadi user Blink Plus atau Premium yang masing-masingnya seharga US$ 49.99 dan US$ 79.99 per tahunnya. Perbedaannya adalah pada plan Premium, ada fasilitas audiobook dan sinkronisasi ke Kindle.

Idealnya, kita harus membaca buku secara lengkap. Saya setuju dengan hal ini. Tetapi jika itu tidak dapat kita lakukan, cara seperti ini lebih baik daripada tidak membaca buku sama sekali. Toh kita mengambil pengetahuan yang ada di dalamnya.

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is on fire!.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 1,900 times in 2010. That’s about 5 full 747s.

 

In 2010, there were 27 new posts, growing the total archive of this blog to 151 posts. There were 6 pictures uploaded, taking up a total of 2mb.

The busiest day of the year was November 28th with 46 views. The most popular post that day was Menulis Equation di Blog dengan LaTeX.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were kaskus.us, twitter.com, id.wordpress.com, google.co.id, and facebook.com.

Some visitors came searching, mostly for palangkaraya, wieteke van dort, telkom indonesia, peta konsep, and neil amstrong mendarat di bulan.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Menulis Equation di Blog dengan LaTeX March 2009
1 comment

2

Logo Baru Telkom Indonesia October 2009
1 comment

3

Sedikit Tentang Palangkaraya October 2008
1 comment

4

UTS 1 Kalkulus + Kunci Jawaban (versi saya) March 2009
2 comments

5

Wieteke Van Dort July 2009
2 comments

April Mop ala Toshiba

Iseng-iseng browsing, saya mendapatkan berita baru bahwa Toshiba mengeluarkan tipe laptop yang bisa mengapung di air. Laptop tersebut dapat digunakan di kolam renang, bath tub, jacuzzi, dan lainnya. berikut videonya

wah, saya jadi penasaran lagi karena laptop itu hanya mengambang, bagaimana jika air masuk kedalam keyboard? lalu saya mengikuti link yang ada di video yaitu disini

coba anda klik pada menu “get pricing and specifications”

selamat!, anda telah dibohongi oleh Toshiba

kilobytes ke terrabytes dalam 20 tahun

Dunia teknologi, khususnya di bidang komputer memang terkenal mempunyai dinamika yang sangat cepat. Berbagai vendor berlomba-lomba meluncurkan produk teranyar, terkuat, dan terbaru mereka. Disisi lain, para provider software juga semakin giat membuat perangkat lunak yang memakan banyak resource dan storage sehingga mau tak mau konsumen harus mengikuti itu semua agar segala kebutuhannya terpenuhi.

Perlombaan ini tentu saja berdampak perkembangan teknologi yang sangat cepat, mari kita balik ke tahun 1989, saya melihat memory card pertama yang diluncurkan dengan kapasitas 128 kilobytes.

128kilobytes

dan saat ini, hasil search ketika saya tanya ke om google berapa kapasitas terbesar untuk sebuah memory card saat ini, juaranya adalah Sony Memory Stick Duo, dengan kapasitas 2 terrabytes. Berarti dalam 20 tahun, memory card telah mengalami peningkatan sebanyak hampir 16 juta kali. Wow!

memory stick duo 2 terrabytes

kalau mau sedikit bercanda dengan asumsi perkembangan kapasitas memory card itu secara linear, maka 20 tahun lagi akan ada memory card dengan kapasitas 32 EB (Exabytes). hehe

Monitoring Gempa dengan Google Earth

Mau berita yang lebih update seputar gempa bumi? Awalnya saya hanya mengunjungi situs USGS untuk mendapatkan berita beserta data saintifik dari gempa yang terjadi. Tapi setelah melihat-lihat isi situs, saya menemukan link yang memungkinkan saya untuk memonitor gempa yang barusan terjadi lewat google earth, data lengkap berupa lokasi, besar gempa, dan kedalaman dapat saya lihat dengan mudah.

Anda hanya memerlukan software Google Earth yang diinstall secara online, lalu memakai aplikasi tambahan yang sudah tersedia di website USGS.

usgs

Agar Blog Anda dapat Diakses Lewat Browser di Handphone

Memang sih semua blog dapat diakses lewat browser di mobile phone, tapi apakah ramah dengan bandwidth handphone? rata-rata sekarang tarif operator untuk koneksi internet di handphone berdasarkan jumlah data yang keluar masuk. Jika blog kita diakses begitu saja lewat handphone, tanpa sedikit otak-atik, maka tampilannya akan kurang ramah bandwidth.

Bagi pengguna CMS wordpress, kita tinggal download plugin WP-Mobile-Edition lalu menginstallnya di wordpress yang kita gunakan. Coba bandingkan tampilan blog sesudah menggunakan plugin saat saya menggunakan browser opera mini

operamini