Menghadapi Pandangan Orang Awam Mengenai Matematika

jonathanhoseana

Pengantar

Ada beberapa persepsi tidak benar mengenai matematika yang dimiliki oleh orang awam. Persepsi-persepsi tersebut menjadikan matematika tidak lagi bermakna, dan berangsur-angsur kehilangan jati dirinya. Tulisan ini akan membahas dua persepsi yang menurut penulis paling sering muncul. Yang pertama adalah persepsi bahwa matematika adalah pelajaran menghitung, sedangkan yang kedua adalah persepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang tidak berguna karena jauh dari kehidupan nyata.

Persepsi Pertama: Matematika Sebagai Pelajaran Menghitung

Ketika sekumpulan mahasiswa dari berbagai bidang studi yang sedang bersantai di kafe ingin menghitung besar patungan yang harus dibayar oleh masing-masing dari mereka atau besar uang kembalian yang seharusnya mereka peroleh, secara spontan mereka langsung menunjuk mahasiswa matematika untuk melakukannya. Mari kita kritisi fenomena ini.

Sebagai seseorang yang menekuni matematika, sudah tidak jarang lagi penulis berhadapan dengan situasi seperti ini. Sekali dua kali, penulis menganggapnya sebagai candaan. Lama kelamaan, penulis merasa bahwa ada yang bisa dikaji dari pengalaman itu.

Pertama-tama, penulis…

Lihat pos aslinya 1.586 kata lagi

Iklan

Too Much Hate Will Kill You

Hahahahaha

Dina Y. Sulaeman

Apa??? Istri Presiden Turki datang ke Aceh menjenguk pengungsi Rohingya?? Benar-benar heran saya, kok mereka percaya begitu saja pada berita seaneh ini. Agaknya, ilmu HI itu memang penting diketahui publik. Kunjungan selevel ibu negara dari negara asing, mana mungkin ujug-ujug, langsung datang ke Aceh? Secara diplomatik itu kan ga mungkin bangeeet..?? *tepok jidat 10x*. Kalau bener istri Presiden Turki datang ke Indonesia, mustilah disambut oleh pejabat tinggi negara kita, dan beritanya pasti ada di media-media terkemuka. Lha ini, diberitakan oleh ABU-ABU-an *dan ternyata dia konon ustadz lho* Anehnya demikian banyak orang yang percaya (sedemikian awamnyakah orang Indonesia? Tapi yang nge-share saya liat sebagiannya orang-orang terpelajar tuh). Dalam waktu 7 jam, sudah 1300 lebih yang share.

(klik untuk memperbesar) (klik untuk memperbesar)

Dan saat saya baca komen-komennya… gila… benci banget mereka sama Jokowi, ia dan istrinya dimaki-maki dengan kata-kata yang kasar. Bahkan ketika ada yang mengingatkan bahwa itu berita kunjungan istri Erdogan ke Myanmar…

Lihat pos aslinya 546 kata lagi

Tentang Efisiensi Keyboard Dvorak

Ternyata sudah hampir 4 tahun saya menggunakan keyboard Dvorak. 4 Tahun yang lalu saya berpikir bahwa dengan mempelajari keyboard Dvorak, kecepatan mengetik saya akan berkali-kali lebih cepat dari biasanya. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Kini saya bisa mengetik hingga 120 kata per menit dalam bahasa Indonesia dan sekitar 80an kata per menit dalam bahasa Inggris. Jauh lebih cepat jika saya menggunakan keyboard QWERTY.

Beralih dari QWERTY ke Dvorak juga bukan pekerjaan mudah. Setidaknya saya membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk mempelajari keyboard ini sampai di level touch typing (mengetik tanpa melihat papan keyboard). Saya pikir, mengetik cepat tanpa melihat dapat menjadi advantages bagi saya. Ternyata hal tersebut sama sekali tidak benar. Buat apa punya skill mengetik hingga lebih dari 100 kata per menit jika isi kepala hanya 30 kata per menit? Disinilah saya merasa bahwa suatu solusi yang dianggap efisien, ternyata menjadi tidak efisien ketika mencari jalan keluarnya.

Ternyata tidak sampai di sana. Saat saya mulai bekerja, skill ini lumayan berguna ketika mengetik email. Kebetulan saya punya big boss yang lumayan geeky. Dimulai dari saya yang menggunakan keyboard mekanik tipe cherry blue yang lumayan berisik itu, hingga dia melihat sendiri susunan huruf keyboard yang saya gunakan ternyata bukan QWERTY.

Bos saya salut dengan ‘kurang kerjaannya’ saya yang menggunakan stupid keyboard (dia sebut keyboard dvorak milik saya dengan sebutan itu). Kebetulan dia juga antusias mengenai kemampuan mengetik cepat dan pernah menantang saya balapan mengetik dan akhirnya saya sedikit jauh lebih cepat dari dia yang menggunakan QWERTY.

Pada suatu hari saya dipanggil ke ruangannya. Dia bercerita tentang senjata terkenal yang biasa digunakan oleh tentara Amerika Serikat, M-16.

“Kau tahu M-16?”

“Ya”, saya jawab

“Senjata itu sudah ada sejak tahun 1960an dan masih digunakan hingga saat ini oleh tentara Amerika Serikat. Tentu saja, diantara tahun 1960an hingga saat ini, banyak senjata-senjata baru yang dibuat. Tapi mereka tetap menggunakan itu, kenapa? Jika senjata tipe terbaru tidak dapat membuat perbedaan yang sangat signifikan, mereka tidak akan mengganti senjata yang mereka gunakan”

Di sini saya mengerti apa yang dia maksud. Dalam kasus susunan huruf keyboard, QWERTY telah ada dan digunakan lebih dulu daripada susunan Dvorak. Saat itu, entah sudah ribuan atau puluhan ribu typist yang sudah dilatih dan terlatih dalam menggunakan QWERTY. Tidak serta merta mereka harus mengganti susunan keyboard yang mereka gunakan. Mengganti susunan keyboard perlu waktu tersendiri untuk melatih ulang para typist. Tentu ini suatu hal yang tidak efisien meski ada klaim susunan Dvorak dapat membuat seseorang mengetik lebih cepat karena susunan hurufnya disusun dengan mempertimbangkan aspek ergonomi. Tidak seperti QWERTY yang disusun hanya sekedar mesin tik tidak jamming ketika seseorang mulai mengetik dengan cepat.

Kemudian permasalahan lainnya muncul, yaitu shortcut yang ada di setiap software, dibuat berdasarkan susunan keyboard QWERTY! Saya berikan contohnya. Kita tahu bahwa shortcut untuk copy dan paste adalah Ctrl + C dan Ctrl + V. Mengapa huruf C dan V? Sederhana saja, karena kedua huruf ini bersebelahan, dan sangat mudah diakses jika kita juga menekan tombol Ctrl yang biasa ada di sudut keyboard.

Hal ini jauh berbeda jika susunan keyboard yang digunakan adalah Dvorak. Letak huruf C dan V di keyboard Dvorak berjauhan satu sama lain. Jika saat membaca ini anda menggunakan keyboard QWERTY, letak huruf C di keyboard Dvorak terletak di huruf I, dan huruf V terletak di tombol “.” titik. Tentu ini sebuah siksaan tersendiri untuk melakukan Ctrl + C dan Ctrl + V.

How to deal with this? Saya masih menggunakan keyboard Dvorak in daily basis. Pekerjaan seperti menulis email atau blog, keyboard Dvorak masih saya gunakan. Saya beralih ke QWERTY jika menggunakan aplikasi yang banyak menggunakan shortcut untuk mempermudah pekerjaan saya, misalkan Excel. Tidak ada yang mubazir. Kini saya bisa menggunakan dua susunan keyboard secara touch typing :D.

Di Balik Penciptaan Ulang Narasi Kartini: Mencari Identitas Sejati Kartini

Tulisan ini adalah terbit ulang dari empat tulisan serial terjemahan adaptatif Zen Rs yang pernah terbit di Newsroom Blog di kanal berita Yahoo! Indonesia yang terbit berturut-turut pada 16 April 2013 – 19 April 2013 dengan judul: “Kartini Bukan Pahlawan”, “Kartini ‘Bikinan’ Belanda”, “Kartini ‘Menjadi’ Gerwani”, dan “Kartini Sebagai Kuntilanak Wangi” dari artikel Petra Mahy yang berjudul “Being Kartini”. Terbit ulang terjemahan adaptatif miliknya ini dan tentu saja perangkaian menjadi satu tulisan utuh mendapat ijin dari Zen Rs.

Zen Rs adalah seorang esais dan novelis. Novelnya yang telah terbit dan merupakan prekuel dari film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) berjudul Jalan Lain ke Tulehu: Sepakbola dan Ingatan yang Mengejar (2014), diterbitkan Bentang Pustaka, Yogyakarta.

___________________________________________

Raden Ajeng Kartini, yang secara resmi tercatat sebagai pahlawan nasional nomor 23, bukanlah pahlawan nasional perempuan yang pertama. Posisi Kartini dalam daftar urut pahlawan nasional berada di bawah Cut Nyak Dien dan…

Lihat pos aslinya 5.140 kata lagi

UPSC / IAS Preparation Notes: Gaurav Agrawal

Khelo India

Dear friends

As I promised and always intended, I am uploading here all my online notes for various papers of the IAS / UPSC exam. You may find some overlap here and there and some unstructured portions as well, but please forgive me for that. It has been a long journey with a lot of distance to cover so quality may have been compromised in some notes. Anyways, my idea here is to give all I have and help as many as I can in their journeys. Also, if anyone has any doubt or query regarding or whatever and wants to communicate with me, I am open for communication here in comments and also on my email: crazyphoton@gmail.com … If I can inspire and help even anyone of you to their destination, I would believe my purpose would be served. I promise I would reply to each and every single…

Lihat pos aslinya 167 kata lagi

Cara Pesan Minum di Starbucks

Ailtje

[Postingan ini super panjang]

Di satu akhir pekan, saya nongkrong di Starbucks Senayan City. Saat itu Reza Rahardian juga lagi nongkrong dengan seorang desainer Indonesia. Tiba-tiba, ada pria dengan muka kusut menyalakan rokok. Ditegurlah si Bapak karena ruangan tersebut berpendingin. Si Bapak ngamuk & semakin ngamuk karena kopinya tak kunjung datang padahal dia sudah menunggu selama 30 menit. Setelah dijelaskan, bahkan diberi kopi baru, si Bapak akhirnya mengerti bahwa kopi di Starbucks tak pernah diantarkan. Dengan muka BT, si Bapak menyerupu kopinya, lalu memuntahkan kopi ke lantai. Entah tak doyan atau mulutnya terbakar.

Gara-gara si Bapak, saya akhirnya membuat tulisan ini di tahun 2013 , tapi elemen tulisan saya tak lengkap tanpa kenalan dengan Barista; makanya saya menunggu dua tahun. Pesan kopi di Starbucks tak segampang pesan kopi di Warung Kopi di Aceh karena Starbucks membuat kombinasi aneka rupa kopi, konon ada ribuan. Hal paling pertama yang harus diketahui sebelum memesan…

Lihat pos aslinya 884 kata lagi