Angkutan Umum vs Punya Sendiri

Memang dulu kau sempat jadi primadona kami
kau mengantarkan kami kemanapun yang kami mau
meskipum terbatas oleh warna dan angkamu

Tetapi, jaman sudah berubah kawan
beberapa dari kami mampu membeli alat kami sendiri
tetapi masih ada yang menggunakanmu kok
tetapi kudengar keluh kesah pengendaramu
yang katanya pendapatan berkurang,
susah mencari kami, atau sebab yang lain

tak sedikit dari pemilikmu
memaksakan jam kerjamu untuk mendapatkan lebih
kau suka ngetem semau kamu
kami yang gundah ingin tepat waktu pun tak kau gubris lagi

ya jangan salahkan kami
kami mau cepat, bukan istirahat
kami mau teratur, bukan yang tak teratur
maaf jika saat ini kami hany terpaksa memakaimu

Sadang Serang.
bersama si bola bulu yang mengajak bermain

Kutukan atau Pemberian

tampilan alam yang berubah tiap detiknya
membuat mata ini diberi intipan surga
gunung yang megah dikejauhan
ditutupi oleh surammnya mega membawa hujan

rumah yang jarang dan berjauhan
tembok bambu yang disulam dengan tangan dingin
jarak bukan berarti meningkatnya ego
walaupun rumah dekat dengan kabel internetnya
yang katanya membuat jarak semakin dekat
ego dan ketidakpedulian merajalela

ular besi mulai melambat
bunyi deritan besi mulai beradu
tanah mulai bercabang, memilih arah
ketukan liar mulai membahana
meminta sekeping logam dari si "kaya"

boleh jadi tampang melas bagai jimat
beberapa tak mau, semakin keras, semakin diam
aku kasih kau semakin girang, semakin ingin
tak mau aku melihatnya,
lebih berbahaya daripada senjata pemusnah massal

Tuhan memang murah hati
batu jadi tanaman, kayu dapat dimakan
apakah itu kutukan atau pemberian?

 

Kursi ular besi, Cipendeuy,

21 Januari 2010