Bersih-bersih

Sepertinya sudah hampir setengah tahun tidak ada konten baru di blog ini. Saat ini saya lebih suka twitter daripada blogging. Niat untuk menjadikan beberapa tweet menjadi ide tulisan di blog sama sekali tak terlaksana

Bahasan di Twitter sangat dinamis. Saat bangun tidur di pagi hari, anda bisa saja membahas konspirasi bom yang terjadi di Jl. MH Thamrin hari Kamis lalu, tetapi malamnya anda bisa saja membicarakan mengapa Jokowi tidak memasukkan kemejanya atau mengapa ada orang yang masih menganggap matahari mengitari Bumi. Saking dinamisnya, ia tak punya arah sama sekali. Arahnya adalah bergantung siapa saja yang ada di timeline-mu

Omong-omong saya sedikit kaget.¬†User interface dari WordPress kini dengan tampilan yang baru dan lebih ‘bersih’. Entah sejak kapan karena ini pertama kalinya saya membuka blog sejak Juli 2015 lalu. Semoga sedikit banyak memotivasi saya untuk kembali menulis lagi

Iklan

[Repost] Kuliah di Jurusan Matematika

Tulisan ini pernah saya buat di website masukitb(dot)com dalam rangka untuk memberikan gambaran ke adik-adik yang masih SMA tentang jurusan Matematika di ITB. Entah mengapa, kini website tersebut tak bisa diakses lagi namun ada blog lain yang me-repost ulang tulisan ini. Terima kasih kepada pemilik blog, mbak Witsqa

Tulisan di bawah ini saya copy-paste langsung tanpa diubah lagi


Tentang Jurusan Matematika

Matematika, siapa yang ga tau bidang ini. Setiap calon mahasiswa baik apapun jurusan yang diambil di kuliah, minimal pernah belajar matematika selama 12 tahun. Dan beberapa jurusan kuliah non-matematika, teknik misalnya, pasti ketemu lagi dengan bidang ini. Jadi takut dengan matematika sudah tidak relevan lagi bagi kalian.

Bagaimana dengan Jurusan Matematika (MA)?

Materi Kuliah

Untuk tingkat-tingkat awal di jurusan MA, akan diajarkan tools-tools dasar yang akan menunjang kuliah-kuliah tingkat lebih tinggi lagi. Beberapa kuliah dasar yang akan ditemui di jurusan matematika.

  • Aljabar Linear Elementer
  • Matematika Diskrit
  • Kalkulus
  • Statistik Dasar / Analisis Data
  • Persamaan Diferensial

Karena masih berupa tools, kuliah tingkat awal di MA masih banyak hitung-hitungannya. Setelah kuliah-kuliah dasar diatas, kalian akan dapat kuliah yang benar-benar real untuk anak MA yang tidak dipelajari oleh jurusan lain (Kuliah diatas masih dipelajari anak-anak dari jurusan lain, teknik misalnya) seperti :

  • Analisis Real dan Kompleks
  • Statistika Matematika
  • Aljabar Linear Lanjut, atau Aljabar Abstrak
  • Teori Peluang, Teori Graf
  • Teori Optimasi

untuk kuliah-kuliah diatas, kita diajarkan bagaimana mengerjakan pembuktian matematika secara rigorous dan tertata rapi (khususnya kuliah Aljabar, Analisis Real dan Kompleks) . Disini tidak ada lagi yang namanya menghitung-hitung seperti kuliah tingkat awal. Bahkan soal ujian pun kadang ada yang tidak mengandung angka sama sekali, hanya kalimat saja tetapi penyelesainnya rame

Setelah kuliah-kuliah diatas, kalian tentu akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Untuk mengambil tugas akhir, kalian perlu memutuskan untuk masuk ke bidang matematika yang lebih spesifik dan mendalam, nanti akan dijelaskan beberapa kelompok keahlian yang ada di jurusan MA ini

Anak MA itu biasanya gimana sih?

kalau saya berani bilang beragam. Mulai dari yang berkacamata tebal dan rajin baca buku, sampai yg sering gaul dan modis ada semua disini . Kesamaan mereka satu, logis dan nalar insya Allah sangat terlatih jika kalian kuliah di MA karena matematika adalah sekolah berpikir (kata salah satu dosen saya)

Kelompok Keahlian

Kelompok keahlian disini adalah bidang keahlian khusus yang lebih sempit dan mendalam di dalam bidang keilmuan matematika. Setidaknya ada 5 kelompok keahlian

  • Aljabar

Salah satu bidang yang lumayan hardcore (setidaknya menurut saya, mungkin berbeda buat orang lain). Didalamnya banyak aneka ragam pembuktian matematis yang bahkan kalian sendiri tidak kebayang gunanya untuk apa dan bagaimana ilustrasinya (sorry buat anak aljabar :p). Yang diajarkan disini adalah konsep2 penting yang ada di aljabar misalnya konsep himpunan, bilangan, matriks, ruang vektor, grup, ring, dll

  • Statistik

Disini kalian akan belajar bagaimana mengolah, menginterpretasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang ada. Secara garis besar memang seperti itu. Agar kalian bisa mempunyai skill diatas, wajib hukumnya untuk mengetahui konsep peluang (probability). Setidaknya ada 3 mata kuliah yang masing-masing berbobot 4 SKS yang wajib diambil oleh anak Matematika (MA) di bidang statistik. Bagi yang mau jadi aktuaris, harus jago di statistiknya. Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan ITB sudah menandatangani MoU yang berakibat kuliah-kuliah statistik di MA-ITB bisa dikonversi langsung menjadi modul mata ujian profesi aktuaris.

  • Kombinatorika

Kalau boleh saya bilang, kombinatorika itu core ilmu dari informatika. Disini kalian akan belajar teori graf, teori bilangan, kriptografi, teori koding (ini jeroannya barcode, CD ROM, tiket parkir, dll). Bidang ini masih tergolong baru, masih banyak misteri didalamnya. Contoh penerapannya pasti kalian tahu kan jadwal pesawat terbang? dengan menggunakan konsep graf, akan dengan mudah mengatur jadwal pesawat sesuai dengan armada, crew, pilot, dan tujuan pesawat secara optimum.

  • Analisis dan Geometri

Ini bidang yang saya sukai. Disinilah kalian akan tahu asal mula turunan, limit, integral yang bukan sekedar ngitung seperti SMA. Selain itu, Geometri juga bidang yang seru. Geomteri disini tidak sekedar apa luas Persegi, apa luas lingkaran . Tapi kalian akan belajar bagaimana bentuk kurva, bentuk permukaan, dan berbagai fenomena yang ada seperti kelengkungan, triangulasi, parametrisasi, dll

  • Matematika Terapan

Bidang yang paling “manusiawi” diantara bidang2 keahlian macam aljabar, kombinatorik, dan analisis/geometri. Mengapa demikian? karena bidang inilah akan diperlihatkan, betapa besar jasa matematika didalam kehidupan. Segala macam fenomena yg ada di masyarakat dapat di modelkan disini. Mulai dari persebaran penyakit, ekonomi, pertumbuhan bakteri, aliran minyak di pipa, penjadwalan, dan lain-lain.

Prospek Kerja?

Kalau bisa saya bilang, anak MA ga bakal kehabisan kerja. Minimal dengan modal logika dan nalar yang telah di gembleng selama kuliah, kalian bisa jadi problem solver yang baik

Mungkin ada pendapat lama yang mengatakan “anak MA mah ujung2nya jadi dosen”. Memang, peluang jadi dosen pasti ada . Bidang pendidikan menjadi salah satu bidang yang ramai diisi sama anak MA.

Bidang Ekonomi, seperti perbankan, finance, asuransi banyak juga anak MA disana. Risk management salah satu bidang yang menjanjikan. Ada lagi profesi aktuaris, profesi ini masih jarang dan banyak permintaan karena perusahaan asuransi wajib mempunyai aktuaris.

Bidang-bidang lain, seperti energi, oil dan gas dapat dimasuki oleh anak MA, walaupun jumlahnya tidak banyak. Ilmu dinamika fluida yang ada di kelompok keahlian matematika terapan akan menjadi jembatan antara dunia oil dan gas dengan orang MA.

http://masukitb.com/c/2787

Tentang Aktuaria

Mungkin bagi pembaca masih belum tahu apa itu aktuaria, aktuaria adalah suatu cabang ilmu yang biasa di dalam bidang asuransi atau manajemen resiko. Dalam hal ini resiko yang dimaksud adalah suatu resiko kerugian atau “loss” di bidang finansial seperti kehilangan, kerusakan, bencana, kematian, dll. Aktuaria meliputi ilmu statistik dan peluang. Berbeda lagi dengan Aktuaris. Aktuaris adalah orangnya, atau profesinya. Wadah bagi para aktuaris di Indonesia adalah Persatuan Aktuaris Indonesia. Untuk dapat mendapatkan profesi sebagai aktuaris, kita perlu mengikuti aturan yang ada dari mereka yaitu harus lulus beberapa mata ujian. Sedangkan menurut PAI aktuaris mempunyai 2 tingkatan, yaitu ASAI (Associate Actuary Societies Indonesia) dan FSAI (Fellow Societies Actuary Indonesia).

Nah kita kembali ke jurusan Matematika ITB. Pada tahun 2008 saya lupa bulan apa, ITB menandatangani MoU dengan PAI yang isinya kurang lebih ada beberapa mata kuliah dari jurusan Matematika ITB yang bisa disetarakan langsung ke 5 dari 8 mata ujian profesi aktuaris dari PAI. Hal ini sangat menggembirakan karena kuliah MA ITB diakui kualitasnya, dan dengan hanya syarat nilai minimal B, kita sudah dapat menyetarakan nilai mata kuliah tersebut menjadi kelulusan suatu mata ujian profesi aktuaris

Berikut adalah mata kuliah S1 MA-ITB yang bisa disetarakan langsung ke mata ujian profesi aktuaris (dengan masing2 nilainya minimal B)

  • Analisis Data
  • Metode Statistika
  • Pengantar Analisis Multivariat
  • Teori Peluang
  • Statistika Matematika
  • Model Risiko
  • Pendahuluan Teori Suku Bunga

dan berikut adalah kuliah S2 jurusan Aktuaria di ITB yang juga bisa disetarakan dengan mata ujian profesi aktuaris

  • Teori Risiko
  • Matematika Asuransi Jiwa 1
  • Matematika Asuransi Jiwa 2
  • Teori Kredibilitas dan Simulasi

Oh iya, di tingkat akhir. Kita boleh mengambil mata kuliah berkode awal 5 atau 6 dimana mata kuliah tersebut adalah mata kuliah untuk tingkat S2 ūüėÄ

Mata kuliah diatas banyak karena ada 1 mata ujian profesi aktuaris yang setara dengan 2 sampai 3 mata kuliah. Jadi harus dituntut kerja keras agar semua mata kuliah diatas dapat nilai minimal B :B

Saya sendiri saat ini berada di tingkat 4 jurusan MA ITB. Saya sudah mengambil sebagian besar kuliah di atas. dan yang paling seru adalah kuliah Matematika Asuransi Jiwa. Di kelas ini, membicarakan “kapan kamu mati” atau “jika kamu mati pada umur sekian blabla bla” sudah biasa dan wajar. Bahkan peserta kelas ini sudah bisa melakukan simulasi umur seseorang lalu dapat menghitung premi yang cocok untuk orang tersebut sesuai umurnya. Ada suatu hari dosen kami pak Syamsudin menceritakan sembari melakukan simulasi untuk menghitung peluang ada orang yang berumur 22 tahun pulang dari kuliah ini, ke gerbang belakang ITB, lalu keserempet angkot lalu terlindas truk sampah. Alias mati sekitar 30 menit lagi dari 1 juta sampel data yang digenerate secara random.

Jadi untuk adik-adik yang masih belum kebayang kalau mau masuk matematika ITB mungkin pilihan arah keahlian aktuaria ini patut dipertimbangkan karena profesi aktuaris di Indonesia masih sedikit. Dan profesi ini mungkin hanya bisa dilakukan oleh orang dari jurusan Statistik atau Matematika saja.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi saya lewat account masukitb.com ini

Sekelumit Sejarah Jilbab di Sekolah Negeri di Indonesia

Maaini's Weblog

KASUS JILBAB DI SEKOLAH-SEKOLAH NEGERI DI INDONESIA

TAHUN 1982-1991

OLEH:

ALWI ALATAS

* Keterangan: Artikel ini disederhanakan dari paper akademik yang diajukan untuk lomba penelitian LIPI beberapa tahun lalu, walaupun sayangnya tidak menang. Artikel lengkapnya bisa diambil pada attachment di bagian ke-3 tulisan ini. Secara umum isinya hampir sama dengan buku Revolusi Jilbab yang pernah kami tulis, hanya saja lebih ringkas dan lebih mengikuti pola penulisan akademik yang strict. Semoga bermanfaat.

Latar Belakang

Hubungan antara Pemerintah Orde Baru dengan umat Islam telah banyak mendapat perhatian dari para pengamat sosial dan politik. Sebagaimana masa-masa sebelumnya, hubungan umat Islam dan negara pada masa Orde Baru mengalami proses pasang surut. Hubungan tersebut diawali dengan adanya kerja sama di antara kedua belah pihak, kemudian terjadi ketegangan dan konflik, dan akhirnya kembali saling mengakomodasi.

Kerja sama antara kedua belah pihak di awal terbentuknya pemerintahan Orde Baru sebenarnya lebih dilandasi oleh adanya kepentingan bersama…

Lihat pos aslinya 4.154 kata lagi

Resensi Buku: Menyusuri Garis Bumi

Cover Menyusuri Garis Bumi (Goodreads)

Menyusuri Garis Bumi
Clement Steve
Grasindo, 2014
374 halaman

Jujur buku ini merupakan buku bertemakan pendakian gunung pertama yang saya baca. Membaca buku ini seperti membaca catatan pendakian gunung yang sering saya post di blog ini. Penulisnya adalah Oom Clement Steve, mahasiswa (dulu) Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta yang kini bernama Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Saat mahasiswa, beliau sering mendaki gunung lalu sesekali menuliskan catatan perjalanan di notes kecilnya. Di buku ini juga diceritakan awal mula beliau tercebur ke dalam hobi ini yaitu ketika Oom Steve melihat kakaknya yang sering menenteng tas besar di malam minggu.

Beberapa gunung pernah didaki oleh beliau. Dari beberapa gunung yang didaki, kebetulan saya juga pernah mendakinya. Sebut saja Merbabu, Gede – Pangrango, Semeru, Kerinci, Merapi dan lain-lain. Membaca berbagai kisah dari Oom Steve ini seakan-akan membawa saya memasuki mesin waktu. Mungkin keadaan gunung tetap sama antara sekarang dengan tahun 1970an dulu, tetapi untuk mencapainya tentulah sudah berbeda.

Contohnya, Oom Steve menceritakan pengalaman beliau mendaki menuju air terjun Cibereum yang terletak di kaki gunung Gede – Pangrango. Saat itu, belum ada angkutan dari Cimacan menuju Cibodas sehingga mereka harus berjalan kaki. Berbeda dengan keadaan saat ini. Saat itu juga kompleks Gunung Gede – Pangrango belum menjadi Taman Nasional.

Cerita Oom Steve saat ke Kerinci menurut saya yang paling menarik. Oom Steve banyak bercerita tentang almarhum Pak Paiman. Bagi yang pernah mendaki Gunung Kerinci, kemungkinan besar akan tahu nama Paiman yang kini menjadi nama sebuah homestay di Kayu Aro, Jambi. Dari buku ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu jangan lupa mencatat keadaan masyarakat sekitar gunung.

Layaknya sebuah catatan perjalanan, buku ini ditulis dengan bahasa sehari – hari. Kita seakan – akan sedang ngobrol dengan Oom Steve hanya dengan membaca buku ini. Di buku ini juga banyak dokumentasi foto pendakian. Dapat kita lihat bahwa keadaan gunung tidak banyak berubah kecuali Gunung Merapi akibat letusan 2006 (di buku ini, Puncak Garuda masih utuh)

Buku ini cocok untuk kalian yang sedang keranjingan mendaki gunung

Menghadapi Pandangan Orang Awam Mengenai Matematika

jonathanhoseana

Pengantar

Ada beberapa persepsi tidak benar mengenai matematika yang dimiliki oleh orang awam. Persepsi-persepsi tersebut menjadikan matematika tidak lagi bermakna, dan berangsur-angsur kehilangan jati dirinya. Tulisan ini akan membahas dua persepsi yang menurut penulis paling sering muncul. Yang pertama adalah persepsi bahwa matematika adalah pelajaran menghitung, sedangkan yang kedua adalah persepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang tidak berguna karena jauh dari kehidupan nyata.

Persepsi Pertama: Matematika Sebagai Pelajaran Menghitung

Ketika sekumpulan mahasiswa dari berbagai bidang studi yang sedang bersantai di kafe ingin menghitung besar patungan yang harus dibayar oleh masing-masing dari mereka atau besar uang kembalian yang seharusnya mereka peroleh, secara spontan mereka langsung menunjuk mahasiswa matematika untuk melakukannya. Mari kita kritisi fenomena ini.

Sebagai seseorang yang menekuni matematika, sudah tidak jarang lagi penulis berhadapan dengan situasi seperti ini. Sekali dua kali, penulis menganggapnya sebagai candaan. Lama kelamaan, penulis merasa bahwa ada yang bisa dikaji dari pengalaman itu.

Pertama-tama, penulis…

Lihat pos aslinya 1.586 kata lagi

Too Much Hate Will Kill You

Hahahahaha

Dina Y. Sulaeman

Apa??? Istri Presiden Turki datang ke Aceh menjenguk pengungsi Rohingya?? Benar-benar heran saya, kok mereka percaya begitu saja pada berita seaneh ini. Agaknya, ilmu HI itu memang penting diketahui publik. Kunjungan selevel ibu negara dari negara asing, mana mungkin ujug-ujug, langsung datang ke Aceh? Secara diplomatik itu kan ga mungkin bangeeet..?? *tepok jidat 10x*. Kalau bener istri Presiden Turki datang ke Indonesia, mustilah disambut oleh pejabat tinggi negara kita, dan beritanya pasti ada di media-media terkemuka. Lha ini, diberitakan oleh ABU-ABU-an *dan ternyata dia konon ustadz lho* Anehnya demikian banyak orang yang percaya (sedemikian awamnyakah orang Indonesia? Tapi yang nge-share saya liat sebagiannya orang-orang terpelajar tuh). Dalam waktu 7 jam, sudah 1300 lebih yang share.

(klik untuk memperbesar) (klik untuk memperbesar)

Dan saat saya baca komen-komennya… gila… benci banget mereka sama Jokowi, ia dan istrinya dimaki-maki dengan kata-kata yang kasar. Bahkan ketika ada yang mengingatkan bahwa itu berita kunjungan istri Erdogan ke Myanmar…

Lihat pos aslinya 546 kata lagi