[Repost] Kuliah di Jurusan Matematika

Tulisan ini pernah saya buat di website masukitb(dot)com dalam rangka untuk memberikan gambaran ke adik-adik yang masih SMA tentang jurusan Matematika di ITB. Entah mengapa, kini website tersebut tak bisa diakses lagi namun ada blog lain yang me-repost ulang tulisan ini. Terima kasih kepada pemilik blog, mbak Witsqa

Tulisan di bawah ini saya copy-paste langsung tanpa diubah lagi


Tentang Jurusan Matematika

Matematika, siapa yang ga tau bidang ini. Setiap calon mahasiswa baik apapun jurusan yang diambil di kuliah, minimal pernah belajar matematika selama 12 tahun. Dan beberapa jurusan kuliah non-matematika, teknik misalnya, pasti ketemu lagi dengan bidang ini. Jadi takut dengan matematika sudah tidak relevan lagi bagi kalian.

Bagaimana dengan Jurusan Matematika (MA)?

Materi Kuliah

Untuk tingkat-tingkat awal di jurusan MA, akan diajarkan tools-tools dasar yang akan menunjang kuliah-kuliah tingkat lebih tinggi lagi. Beberapa kuliah dasar yang akan ditemui di jurusan matematika.

  • Aljabar Linear Elementer
  • Matematika Diskrit
  • Kalkulus
  • Statistik Dasar / Analisis Data
  • Persamaan Diferensial

Karena masih berupa tools, kuliah tingkat awal di MA masih banyak hitung-hitungannya. Setelah kuliah-kuliah dasar diatas, kalian akan dapat kuliah yang benar-benar real untuk anak MA yang tidak dipelajari oleh jurusan lain (Kuliah diatas masih dipelajari anak-anak dari jurusan lain, teknik misalnya) seperti :

  • Analisis Real dan Kompleks
  • Statistika Matematika
  • Aljabar Linear Lanjut, atau Aljabar Abstrak
  • Teori Peluang, Teori Graf
  • Teori Optimasi

untuk kuliah-kuliah diatas, kita diajarkan bagaimana mengerjakan pembuktian matematika secara rigorous dan tertata rapi (khususnya kuliah Aljabar, Analisis Real dan Kompleks) . Disini tidak ada lagi yang namanya menghitung-hitung seperti kuliah tingkat awal. Bahkan soal ujian pun kadang ada yang tidak mengandung angka sama sekali, hanya kalimat saja tetapi penyelesainnya rame

Setelah kuliah-kuliah diatas, kalian tentu akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Untuk mengambil tugas akhir, kalian perlu memutuskan untuk masuk ke bidang matematika yang lebih spesifik dan mendalam, nanti akan dijelaskan beberapa kelompok keahlian yang ada di jurusan MA ini

Anak MA itu biasanya gimana sih?

kalau saya berani bilang beragam. Mulai dari yang berkacamata tebal dan rajin baca buku, sampai yg sering gaul dan modis ada semua disini . Kesamaan mereka satu, logis dan nalar insya Allah sangat terlatih jika kalian kuliah di MA karena matematika adalah sekolah berpikir (kata salah satu dosen saya)

Kelompok Keahlian

Kelompok keahlian disini adalah bidang keahlian khusus yang lebih sempit dan mendalam di dalam bidang keilmuan matematika. Setidaknya ada 5 kelompok keahlian

  • Aljabar

Salah satu bidang yang lumayan hardcore (setidaknya menurut saya, mungkin berbeda buat orang lain). Didalamnya banyak aneka ragam pembuktian matematis yang bahkan kalian sendiri tidak kebayang gunanya untuk apa dan bagaimana ilustrasinya (sorry buat anak aljabar :p). Yang diajarkan disini adalah konsep2 penting yang ada di aljabar misalnya konsep himpunan, bilangan, matriks, ruang vektor, grup, ring, dll

  • Statistik

Disini kalian akan belajar bagaimana mengolah, menginterpretasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang ada. Secara garis besar memang seperti itu. Agar kalian bisa mempunyai skill diatas, wajib hukumnya untuk mengetahui konsep peluang (probability). Setidaknya ada 3 mata kuliah yang masing-masing berbobot 4 SKS yang wajib diambil oleh anak Matematika (MA) di bidang statistik. Bagi yang mau jadi aktuaris, harus jago di statistiknya. Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan ITB sudah menandatangani MoU yang berakibat kuliah-kuliah statistik di MA-ITB bisa dikonversi langsung menjadi modul mata ujian profesi aktuaris.

  • Kombinatorika

Kalau boleh saya bilang, kombinatorika itu core ilmu dari informatika. Disini kalian akan belajar teori graf, teori bilangan, kriptografi, teori koding (ini jeroannya barcode, CD ROM, tiket parkir, dll). Bidang ini masih tergolong baru, masih banyak misteri didalamnya. Contoh penerapannya pasti kalian tahu kan jadwal pesawat terbang? dengan menggunakan konsep graf, akan dengan mudah mengatur jadwal pesawat sesuai dengan armada, crew, pilot, dan tujuan pesawat secara optimum.

  • Analisis dan Geometri

Ini bidang yang saya sukai. Disinilah kalian akan tahu asal mula turunan, limit, integral yang bukan sekedar ngitung seperti SMA. Selain itu, Geometri juga bidang yang seru. Geomteri disini tidak sekedar apa luas Persegi, apa luas lingkaran . Tapi kalian akan belajar bagaimana bentuk kurva, bentuk permukaan, dan berbagai fenomena yang ada seperti kelengkungan, triangulasi, parametrisasi, dll

  • Matematika Terapan

Bidang yang paling “manusiawi” diantara bidang2 keahlian macam aljabar, kombinatorik, dan analisis/geometri. Mengapa demikian? karena bidang inilah akan diperlihatkan, betapa besar jasa matematika didalam kehidupan. Segala macam fenomena yg ada di masyarakat dapat di modelkan disini. Mulai dari persebaran penyakit, ekonomi, pertumbuhan bakteri, aliran minyak di pipa, penjadwalan, dan lain-lain.

Prospek Kerja?

Kalau bisa saya bilang, anak MA ga bakal kehabisan kerja. Minimal dengan modal logika dan nalar yang telah di gembleng selama kuliah, kalian bisa jadi problem solver yang baik

Mungkin ada pendapat lama yang mengatakan “anak MA mah ujung2nya jadi dosen”. Memang, peluang jadi dosen pasti ada . Bidang pendidikan menjadi salah satu bidang yang ramai diisi sama anak MA.

Bidang Ekonomi, seperti perbankan, finance, asuransi banyak juga anak MA disana. Risk management salah satu bidang yang menjanjikan. Ada lagi profesi aktuaris, profesi ini masih jarang dan banyak permintaan karena perusahaan asuransi wajib mempunyai aktuaris.

Bidang-bidang lain, seperti energi, oil dan gas dapat dimasuki oleh anak MA, walaupun jumlahnya tidak banyak. Ilmu dinamika fluida yang ada di kelompok keahlian matematika terapan akan menjadi jembatan antara dunia oil dan gas dengan orang MA.

http://masukitb.com/c/2787

Tentang Aktuaria

Mungkin bagi pembaca masih belum tahu apa itu aktuaria, aktuaria adalah suatu cabang ilmu yang biasa di dalam bidang asuransi atau manajemen resiko. Dalam hal ini resiko yang dimaksud adalah suatu resiko kerugian atau “loss” di bidang finansial seperti kehilangan, kerusakan, bencana, kematian, dll. Aktuaria meliputi ilmu statistik dan peluang. Berbeda lagi dengan Aktuaris. Aktuaris adalah orangnya, atau profesinya. Wadah bagi para aktuaris di Indonesia adalah Persatuan Aktuaris Indonesia. Untuk dapat mendapatkan profesi sebagai aktuaris, kita perlu mengikuti aturan yang ada dari mereka yaitu harus lulus beberapa mata ujian. Sedangkan menurut PAI aktuaris mempunyai 2 tingkatan, yaitu ASAI (Associate Actuary Societies Indonesia) dan FSAI (Fellow Societies Actuary Indonesia).

Nah kita kembali ke jurusan Matematika ITB. Pada tahun 2008 saya lupa bulan apa, ITB menandatangani MoU dengan PAI yang isinya kurang lebih ada beberapa mata kuliah dari jurusan Matematika ITB yang bisa disetarakan langsung ke 5 dari 8 mata ujian profesi aktuaris dari PAI. Hal ini sangat menggembirakan karena kuliah MA ITB diakui kualitasnya, dan dengan hanya syarat nilai minimal B, kita sudah dapat menyetarakan nilai mata kuliah tersebut menjadi kelulusan suatu mata ujian profesi aktuaris

Berikut adalah mata kuliah S1 MA-ITB yang bisa disetarakan langsung ke mata ujian profesi aktuaris (dengan masing2 nilainya minimal B)

  • Analisis Data
  • Metode Statistika
  • Pengantar Analisis Multivariat
  • Teori Peluang
  • Statistika Matematika
  • Model Risiko
  • Pendahuluan Teori Suku Bunga

dan berikut adalah kuliah S2 jurusan Aktuaria di ITB yang juga bisa disetarakan dengan mata ujian profesi aktuaris

  • Teori Risiko
  • Matematika Asuransi Jiwa 1
  • Matematika Asuransi Jiwa 2
  • Teori Kredibilitas dan Simulasi

Oh iya, di tingkat akhir. Kita boleh mengambil mata kuliah berkode awal 5 atau 6 dimana mata kuliah tersebut adalah mata kuliah untuk tingkat S2 😀

Mata kuliah diatas banyak karena ada 1 mata ujian profesi aktuaris yang setara dengan 2 sampai 3 mata kuliah. Jadi harus dituntut kerja keras agar semua mata kuliah diatas dapat nilai minimal B :B

Saya sendiri saat ini berada di tingkat 4 jurusan MA ITB. Saya sudah mengambil sebagian besar kuliah di atas. dan yang paling seru adalah kuliah Matematika Asuransi Jiwa. Di kelas ini, membicarakan “kapan kamu mati” atau “jika kamu mati pada umur sekian blabla bla” sudah biasa dan wajar. Bahkan peserta kelas ini sudah bisa melakukan simulasi umur seseorang lalu dapat menghitung premi yang cocok untuk orang tersebut sesuai umurnya. Ada suatu hari dosen kami pak Syamsudin menceritakan sembari melakukan simulasi untuk menghitung peluang ada orang yang berumur 22 tahun pulang dari kuliah ini, ke gerbang belakang ITB, lalu keserempet angkot lalu terlindas truk sampah. Alias mati sekitar 30 menit lagi dari 1 juta sampel data yang digenerate secara random.

Jadi untuk adik-adik yang masih belum kebayang kalau mau masuk matematika ITB mungkin pilihan arah keahlian aktuaria ini patut dipertimbangkan karena profesi aktuaris di Indonesia masih sedikit. Dan profesi ini mungkin hanya bisa dilakukan oleh orang dari jurusan Statistik atau Matematika saja.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi saya lewat account masukitb.com ini

Hampir Tidak Percaya Ini Sebuah Kebetulan

Setelah makan bakso Semar di jalan Cihampelas yang enak dan murah itu, saya kembali ke cockpit (ini sebutan untuk meja laptop saya) dan chatting dengan Alde, dia menemukan blog lama saya di multiply. Hehmm.. isinya hanya racauan anak SMA saja. Tetapi yang menarik, saya menemukan tulisan saya tertanggal 19 Januari 2008 seperti berikut :

Dalam cabang ilmu bisnis, terdapat salah satu ilmu aktuaria, selain akuntansi, keuangan, perbankan dan berbagai macam pecahannya. Aktuaria merupakan ilmu yang mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di muka atau di masa depan dengan pendekatan keuangan matematika (formula) dan statistics. Aktuaria erat kaitannya dengan keuangan dan perhitungannya.

Aktuaria sering dikaitkan dengan investasi dan valuasi asset (investment and valuation), Manajemen Resiko (Risk Management), asuransi (insurance), dan dana pension superannuation karena tugas seorang aktuaris memang menghitung secara rinci segala resiko dengan keuangan yang mungkin muncul karena kegiatan ekonomi. Pekerjaan seorang aktuaris memang menghitung secara rinci resiko yang berkenaan dengan investasi dan resiko keuangan yang mungkin muncul karena kegiatan ekonomi. Pekerjeaan aktuaris tidak akan jauh-jauh dari urusan prediksi kalkulasi dan perumusan angka-angka keuntungan dan kerugian atas segala kemungkinan yang akan terjadi pada masa depan, maka itu tugas utama mereka disebut Managing Uncertainty. Aktuaris meramal dengan pendekatan matematis dan statistic dan dapat dipertanggung jawabkan dengan rasio dan angka, bukan mistis.

Karir aktuaris menduduki salah satu dari 10 profesi termahal di amerika. Aktuaris di Indonesia belumlah begitu banyak walau diperlukan di banyak sektor seperti perbankan, perusahaan asuransi, investasi atau penanaman modal, badan-badan keuangan, konsultan keuangan, perumus kontrak, perencana keuangan dan lain-lain.

Untuk menjadi aktuaris, ada beberapa tahap yang disyaratkan yaitu lulus ujian mata kuliah yang disyaratkan oleh Ikatan Aktuaris Indonesia untuk tahap Ajun Aktuaris dan Aktuaris seperti probabilitas dan statistik, teori ekonomi, dasar akuntansi, matematika asuransi, teori resiko, asuransi jiwa, dan sebagainya.

Sumber : artikel ini ditulis oleh Macquire University Sydney, Australia (CRICOS Provider Code 00002J)

Buku Panduan Studi ke Luar Negeri 2008/2009 , Erajasa Globalindo

Saya ingat persis 19 Januari 2008 itu masa disaat saya belajar serius untuk mempersiapkan USM ITB di bulan Maret. Tulisan ini saya buat setelah berkunjung ke pameran pendidikan Australia di Kemang, dan membawa pulang beberapa booklet, salah satunya yang berisi ttg program studi yang ada di Australia tetapi tak ada di Indonesia, salah satu yang menarik di hati saya waktu itu sehingga membuat tulisan ini adalah Aktuaria (Actuarial Studies/Actuarial Science).

Entah ini kebetulan atau gerak tidak sadar saya. Pertama kali menginjakkan kaki di kampus gajah itu saya tak pernah mempunyai pikiran akan menekuni bidang aktuaria. Malah setelah diterima di FMIPA saya ingin masuk jurusan Fisika, entah kenapa juga ketika semester 2, di penghujung Tahap Persiapan Bersama, saya mengubah pilihan Matematika di pilihan pertama, lalu berturut-turut Fisika, Astronomi, dan Kimia.

Menariknya lagi, di 2 tahun pertama saya kuliah di Matematika ITB, saya tidak punya pikiran sama sekali untuk menekuni Aktuaria walaupun saat itu saya tahu bahwa jurusan Matematika punya spesialisasi kesana, saya fokus mengambil kuliah kombinatorika seperti Graf dan Teori Koding. Lalu tiba-tiba sekali, semester 7, saya mulai fokus ke kuliah-kuliah Aktuaria (yang berkorespondensi ke modul ujian Persatuan Aktuaris Indonesia).

Dan, bagian paling menarik, Artikel yang saya tulis lebih dari 4 tahun yang lalu itu sumber utamanya adalah booklet dari Macquire University, lalu 4 tahun kemudian saya mempunyai dosen pembimbing tugas akhir yang menyelesaikan Ph.D nya disana.


Update July 14, 2016

Saya tidak mengerti mengapa artikel ini ramai dikunjungi. Saya sudah mencoba beberapa keyword search di Google apakah artikel ini selalu ditampilkan di halaman pertama jika seseorang mencari informasi tentang Aktuaria. Ternyata itupun juga tidak.

Beberapa orang pembaca ada yang mengirim email ke saya (karena saya cantumkan email saya di komentar post ini) untuk bertanya langsung mengenai profesi Aktuaria. Saya sangat mengapresiasinya dan sangat senang sekali untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Beberapa pertanyaan masih terkait apa itu jurusan matematika dan aktuaria, perbedaannya apa, kuliahnya bagaimana. Untuk itu saya sudah membuat post ini yang berisi agak lengkap dengan isi dari kuliah di jurusan Matematika.

Saat membuat tulisan di atas, saya masih belum lulus dari kampus Gajah. Itu kira-kira 4 tahun yang lalu. Sebelum wisuda bulan April 2013, saya diterima bekerja di salah satu perusahaan asuransi bertempat di bilangan Sudirman Jakarta Selatan di divisi Product Actuarial.

Untuk ujian profesi dari Persatuan Aktuaris Indonesia, dari total 10 mata ujian, saya sudah menyelesaikan 9 mata ujian. Sehingga butuh satu lagi ujian untuk menjadi Fellow Society Actuaries Indonesia (FSAI). Informasi mengenai ujian profesi aktuaris dapat dilihat di web Persatuan Aktuaris Indonesia ini dan ini

Bagi teman-teman pembaca yang mempunyai pertanyaan, dapat langsung kontak saya via email adrianpradana@gmail.com atau Telegram @adrianpradana